<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>| NUANSA GIS KONSULTAN</title>
	<atom:link href="https://nuansagiskonsultan.com/category/layanan-lingkungan-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuansagiskonsultan.com/category/layanan-lingkungan-hidup/</link>
	<description>Solusi Terintegrasi Untuk Pembangunan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Jul 2026 02:23:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.6</generator>

<image>
	<url>https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2026/07/cropped-NGK-LOGO-32x32.png</url>
	<title>| NUANSA GIS KONSULTAN</title>
	<link>https://nuansagiskonsultan.com/category/layanan-lingkungan-hidup/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76681016</site>	<item>
		<title>FS (STUDY KELAYAKAN) PENGEMBANGAN WISATA KULINER BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN 2022</title>
		<link>https://nuansagiskonsultan.com/fs-study-kelayakan-pengembangan-wisata-kuliner-berbasis-sumber-daya-lokal-kelautan-dan-perikanan-tahun-2022/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[OYI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 03:20:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuansagiskonsultan.com/?p=4520</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mataram, CV. NUANSA GIS KONSULTAN &#8211; Studi kelayakan atau FS (Feasibility Study) adalah sebuah penilaian mengenai kelayakan dari suatu proyek [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/fs-study-kelayakan-pengembangan-wisata-kuliner-berbasis-sumber-daya-lokal-kelautan-dan-perikanan-tahun-2022/">FS (STUDY KELAYAKAN) PENGEMBANGAN WISATA KULINER BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN 2022</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;"><strong>Mataram, CV. NUANSA GIS KONSULTAN</strong> &#8211; Studi kelayakan atau FS (<em>Feasibility Study</em>) adalah sebuah penilaian mengenai kelayakan dari suatu proyek yang akan dikerjakan. Studi Kelayakan dapat dijuga diartikan sebagai penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek dilaksanakan dengan berhasil.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sesuai dengan arahan Bapak Kader Jaelani dan H. Syahrul Parsan, S.T, M.T. Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dompu pada tahun 2021 lalu. Dimana pemerintah Kab. Dompu menginginkan pemanfaatan hasil perikanan dapat ditingkatkan dan mengangkat kegiatan perikanan agar semakin menggeliat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi salah satu komoditi unggulan di Kabupaten Dompu.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Amanat bupati ini ditujukan langsung kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu agar dapat mengawal program Fish Estate atau Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu Mbawi Dompu.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Hal ini telah dilaksanakan dengan baik dimana pada tahun 2021 Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu telah menyusun Master Plan Fish Estate: Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu Mbawi, Dompu.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Untuk menjamin program ini dapat berjalan dengan baik dan dapat berkelanjutan  melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu berkontrak dengan CV. Nuansa GIS Konsultan dalam kegiaan penyusunan Studi Kelayakan atau FS (<em>Feasibility Study</em>). Dimana Studi Kelayakan Pengembangan Wisata Kuliner Berbasis Sumber Daya Lokal Kelautan dan Perikanan memiliki sasaran yaitu teridentifikasinya potensi, permasalahan, peluang dan tantangan serta Kelayakan dalam pengembangan Objek Wisata Kuliner Berbasis Sumber Daya Lokal Kelautan Mbawi-Dompu;</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc116626405"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021680"></a><strong>KELAYAKAN ASPEK FISIK GEOGRAFIS</strong></span></h3>
<p><span style="color: #000000;">Lokasi perencanaan Masterplan Fish Estate: Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu yang bertempat di Desa Mbawi – Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Secara geografis lokasi perencanaan terletak pada bagain timur Kabupaten Dompu dengan waktu tempuh dari kantor Desa Mbawi ke lokasi perencaaan berjarak ±2 Menit menggunakan kendaraan. Area perencanaan dimulai dari jalan masuk Jl. Lintas Mbawi sampai kepada area tambak milik Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Dompu serta mengikuti alur area mangrove yang mengikuti arah sungai sepanjang  1000 m, dengan total luas keseluruhan area yang masuk dalam perencanaan yaitu 25 Ha. Selain itu, terdapat habitat dan produksi kepiting bakau.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Secara umum kondisi fisik lokasi perencanaan mengenai penggunaan lahan didominasi oleh sungai dan tambak budidaya perikanan baik milik Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Dompu juga tambak-tambak milik warga lokal. Sehingga kondisi fisik pemanfaatan lahan Sebagian besar adalah lahan basah.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam perencanaan Masterplan  terdapat 3 (tiga) item pekerjaan yaitu pekerjaan bangunan gedung, pekerjaan jalan dan jembatan, serta pekerjaan landscape. Berikut kelayakan aspek  fisik geografis dari 3 (tiga) item pekerjaan Masterplan Fish Estate: Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu yang bertempat di Desa Mbawi – Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Berdasarkan pada Aspek Fisik dan Geografis, masterplan Fish Estate sesuai dengan 3  item pekerjaan mememiliki keselarasan antara aktivitas dan peruntukan ruang dan memiliki daya tarik yang layak untuk dikembangkan menjadi Kawasan Perikanan Terpadu.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc116626410"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021685"></a><strong>LOKASI PROYEK</strong></span></h3>
<p><span style="color: #000000;">Lokasi perencanaan berada di area kegiatan budidaya perikanan Desa Mbawi sehingga berbatasan langsung dengan tambak-tambak milik warga ataupun milik Dinas Perikanan dan Kelautan kab. Dompu.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Area Tapak perencanaan dimulai dari jalan masuk dari Jl. Lintas Mbawi sampai kepada area-area tambak milik Dinas Dinas Perikanan dan Kelautan kab. Dompu serta mengikuti alur area mangrove yang mengikuti arah sungai sepanjang  1000 m dengan total luas keseluruhan area yang masuk dalam perencanaan yaitu 25 Ha. Selain itu, untuk meningkatkan habitan dan produksi kepiting bakau, maka dilakukan rencana konservasi area mangrove disepanjang sungai menuju teluk Cempi. Secara lebih detail batas lokasi perencanaan pada gambar berikut :</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-4522" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/1-1.png" alt="" width="1368" height="884" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/1-1.png 1368w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/1-1-800x517.png 800w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/1-1-300x194.png 300w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/1-1-1024x662.png 1024w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/1-1-768x496.png 768w" sizes="(max-width: 1368px) 100vw, 1368px" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc116626604"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021972"></a><strong><em>Gambar 1. </em><em>Peta batas lokasi Perencanaan (Google Earth, 2021)</em></strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-4523" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/2.png" alt="" width="1368" height="926" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/2.png 1368w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/2-800x542.png 800w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/2-300x203.png 300w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/2-1024x693.png 1024w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/2-768x520.png 768w" sizes="(max-width: 1368px) 100vw, 1368px" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc116626605"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021973"></a><strong><em>Gambar </em></strong><strong><em>2</em></strong><strong><em>.</em></strong> <strong><em>Peta rencana area konservasi mangrove (Google Earth, 2021)</em></strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Jika ditinjau dari letak kondisi area perencanaan Masterplan Fish Estate: Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu yang bertempat di Desa Mbawi – Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Maka dapat diketahui bahwa lokasi tersebut layak untuk dijadikan sebagai Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu, dikarenakan yaitu :</span></p>
<ol>
<li><span style="color: #000000;">Ketersediaan bahan baku dalam konsep pengembangan berada langsung di lokasi perencanaan;</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Banyak masyarakat sekitar yang merupakan mata pencarian sebagai nelayan, sehingga ketersediaan tenaga kerja/SDM langsung bisa di jangkau;</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Terdapatnya sarana Transportasi darat dan laut yang berada di kawasan tersebut yang dapat mendukung pengembangan aktivitas pariwsata seperti terdapat kapal/perahu pada kawasan pesisir;dan</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Mengingat konsep yang diterapkan dalam perencanaan Masterplan Fish Estate: Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu yang bertempat di Desa Mbawi – Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu yaitu adanya aktiftas jual beli ataupun pasar pendukung sebagai pertubuhan ekonomi dan pariwasata.</span></li>
</ol>
<h3><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc116626411"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021686"></a><strong>PENENTUAN MODEL BANGUNAN – TEKNOLOGI</strong></span></h3>
<p><span style="color: #000000;">Bentuk ataupun model bangunan serta teknologi yang diterapkan dalam perencanaan Masterplan Fish Estate: Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu yang bertempat di Desa Mbawi – Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu disesuaikan dengan kondisi eksisting yang berada di kawasan tersebut. Dalam perencanaan Masterplan,  terdapat 3 (tiga) item pekerjaan yaitu pekerjaan bangunan gedung, pekerjaan jalan dan jembatan, serta pekerjaan landscape. Berikut kelayakan aspek  teknis dari 3 (tiga) item pekerjaan Masterplan Fish Estate: Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu yang bertempat di Desa Mbawi – Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.</span></p>
<ol>
<li><span style="color: #000000;">Pekerjaan Bangunanan Gedung</span></li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;">Kelayakan teknis dalam pekerjaan bangunan Gedung dilakukan untuk mengetahui apakah suatu bangunan telah memenuhi syarat. Pedoman dalam menentukan kelayakan teknis pada pekerjaan bangunan Gedung Fish Estate: Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu ini adalah SNI 8140 Tahun 2016 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Rumah Tinggal dan juga buku manual bagian 3 : Bangunan Gedung dan Perumahan (NSPM KIMPARWIL, 2002). Syarat yang dimaksud dalam hal ini adalah mengenai penggunaan ukuran tulangan untuk kolom pada bangunan gedung yang akan dibangun pada kawasan ini. Adapun spesifikasi tulangan baja dan komponen dan elemen bangunan dapat dilihat pada tabel berikut.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong><a style="color: #000000;" name="_Toc116626559"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021936"></a><em>Tabel </em><em>1</em>.<em> Spesifikasi Tulangan Baja</em></strong></span></p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td width="123"><span style="color: #000000;"><strong>Ukuran Betang Tulangan</strong></span></td>
<td width="104"><span style="color: #000000;"><strong>Diameter nominal (mm)</strong></span></td>
<td width="94"><span style="color: #000000;"><strong>Luas Nominal (mm)</strong></span></td>
<td width="113"><span style="color: #000000;"><strong>Massa Nominal ( kg/m)</strong></span></td>
<td width="76"><span style="color: #000000;"><strong>30d, (mm)</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="123"><span style="color: #000000;">10</span></td>
<td width="104"><span style="color: #000000;">9,5</span></td>
<td width="94"><span style="color: #000000;">71</span></td>
<td width="113"><span style="color: #000000;">0,560</span></td>
<td width="76"><span style="color: #000000;">290</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="123"><span style="color: #000000;">13</span></td>
<td width="104"><span style="color: #000000;">13</span></td>
<td width="94"><span style="color: #000000;">130</span></td>
<td width="113"><span style="color: #000000;">0,994</span></td>
<td width="76"><span style="color: #000000;">390</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="123"><span style="color: #000000;">16</span></td>
<td width="104"><span style="color: #000000;">16</span></td>
<td width="94"><span style="color: #000000;">200</span></td>
<td width="113"><span style="color: #000000;">1,552</span></td>
<td width="76"><span style="color: #000000;">480</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="123"><span style="color: #000000;">19</span></td>
<td width="104"><span style="color: #000000;">19</span></td>
<td width="94"><span style="color: #000000;">285</span></td>
<td width="113"><span style="color: #000000;">2,235</span></td>
<td width="76"><span style="color: #000000;">570</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color: #000000;">Sumber<em> : SNI 8140 :2016</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em> </em></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong><em> </em><em> </em><a style="color: #000000;" name="_Toc116626560"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021937"></a><em>Tabel </em><em>2</em>. <em>Komponen Dan Elemen Bangunan</em></strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4524 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/3.png" alt="" width="581" height="667" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/3.png 581w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/3-261x300.png 261w" sizes="(max-width: 581px) 100vw, 581px" /><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4525 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/4.png" alt="" width="553" height="757" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/4.png 553w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/4-219x300.png 219w" sizes="(max-width: 553px) 100vw, 553px" /></span></p>
<p><span style="color: #000000;">                                                                                  Sumber : <em>buku manual bagian 3 : Bangunan Gedung dan Perumahan (NSPM KIMPARWIL, 2002)</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Pekerjaan bangunan Gedung yang menjadi pekerjaan dalam Fish Estate: Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu yaitu :</span></p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">Pembangunan Resto;</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000000;">Dalam pekerjaan pembangunan Resto terkait dengan gambar desain, maka  ditemukan bahwa visual konsep model 3 dimensi bangunan yang digunakan sesuai dengan konsep outdor, dan tidak tergambarkan secara detail dalam Gambar Desain/DED (Detail Engineering Design). Sehingga dianggap tidak layak sebagai acuan dalam gambar kerja pembangunan pekerjaan Masterplan Fish Estate.</span></p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">Pembangunan Fishing and Barbeque Area;</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000000;">Pekerjaan pembangunan Fishing and Barbeque Area  yang tertuang dalam visual konsep model 3 dimensi bangunan, maka  ditemukan bahwa konsep model bangunan yang digunakan sesuai dengan konsep outdor, dan tidak tergambarkan secara detail dalam Gambar Desain/DED (Detail Engineering Design). Sehingga dianggap tidak layak sebagai acuan dalam gambar kerja pembangunan pekerjaan Masterplan Fish Estate.</span></p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">Pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI);</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000000;">Pekerjaan pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang tertuang dalam gambar desain, maka ditemukan bahwa model bangunan yang dipergunakan lebih kepada konsep terbuka, mengingat letak lokasi  berada pada kawasan pesisir dan terbuka yang dapat meminimalisirkan kerusakan tembok dari angin laut. Dalam struktur tulangan yang tertuang gambar desain yaitu ∅8 dan dalam dimensi kolom yang dilakukan dalam perhitungan yaitu 30 x 30 cm. Sehingga sesuai dengan struktur yang dibutuhkan, namun untuk mengantisipasi tidak terjadinya Korosi pada beton bertulang maka slimut beton yang dapat digunakan yaitu 4 cm mengingat lokasi berada pada kawasan pesisir pantai dengan  menggunakan beton mutu  K300.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4527 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/5.jpg" alt="" width="1010" height="809" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/5.jpg 1010w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/5-800x641.jpg 800w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/5-300x240.jpg 300w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/5-768x615.jpg 768w" sizes="(max-width: 1010px) 100vw, 1010px" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc116626606"></a><strong><a style="color: #000000;" name="_Toc120021974"></a><em>Gambar </em><em>3</em><em>.</em> <em>Rencana Kolom yang tertuang dalam Gambar Desain</em></strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam system pengelolaan limbah yang diterapkan dalam gambar yang ada tidak sesuai  dengan stadart teknis pengelolaan, hal ini ditinjau dari system pengelolaan yaitu tercampurnya antara limbah <em>Grey Water</em> dan <em>Black Water</em>, serta tidak tergambarkan dalam Gambar Desain/DED (Detail Engineering Design) terkait dengan detail/potongan system pengelolaan limbah mengenai. Untuk limbah pengelolaan ikan ataupun limbah <em>Grey Water</em> dapat dibuatkan  IPAL, agar dapat mengelola dengan baik air limbah cair ataupun pengelolaan ikan, serta untuk  pengelolaan limbah <em>Black Water </em>diarahkan untuk jarak dari bangunan dipersyaratkan 1,5 m sedangkan jarak dengan sumur sepanjang 10 m. Untuk ukuran ideal sebesar 75 m3 yang dapat digunakan untuk melayani 10 orang/bagian. <em>Septictank</em> memiliki pipa udara 5 cm, memiliki lubang pemeriksaan, pipa buangan dan pipa masuk serta ruang bersekat untuk pengendapan lumpur. <em>Septictank</em> lebih baik diletakkan di depan bangunan atau di halaman belakang untuk memudahkan dalam perawatannya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4538 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/6.jpg" alt="" width="531" height="463" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/6.jpg 531w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/6-300x262.jpg 300w" sizes="(max-width: 531px) 100vw, 531px" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000; background-image: url('img/anchor.gif');" name="_Toc120021975"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc116626607"></a><strong><em>Gambar  </em><em>4</em><em>. Rencana MEP yang tertuang dalam Gambar Desain</em></strong></span></p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">Ruko pusat perlengkapan perikanan;</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000000;">Dalam pekerjaan pembangunan Ruko terkait dengan visual konsep model 3 dimensi bangunan, maka  ditemukan bahwa model bangunan yang digunakan yaitu minimalis modern sesuai dengan konsep outdor, namun masih belum tertuangnya <em>fasade building</em> budaya local, dan tidak tergambarkan secara detail dalam Gambar Desain/DED (Detail Engineering Design). Sehingga dianggap tidak layak sebagai acuan dalam gambar kerja pembangunan pekerjaan Masterplan Fish Estate.</span></p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">Pembuatan Musholla;</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000000;">Dalam pekerjaan pembangunan Musholla terkait dengan gambar desain, maka  ditemukan bahwa model bangunan yang digunakan yaitu minimalis modern sesuai dengan konsep outdor namun masih belum tertuangnya <em>fasade building</em> budaya local. Terkait dengan material yang digunakan dalam konstruksi kolom bertulang yaitu sesuai persyaratan teknis yang ada yaitu dengan ukuran ( 20 x 40 cm) dan sloof Beton memiliki ukuran ( 20 x 60 cm). Sehingga sesuai dengan struktur yang dibutuhkan, namun untuk mengantisipasi tidak terjadinya Korosi pada beton bertulang maka slimut beton yang dapat digunakan yaitu 4 cm mengingat lokasi berada pada kawasan pesisir pantai dengan menggunakan beton mutu  K300.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4541 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/7.jpg" alt="" width="649" height="519" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/7.jpg 649w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/7-600x480.jpg 600w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/7-300x240.jpg 300w" sizes="(max-width: 649px) 100vw, 649px" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc116626608"></a><strong><a style="color: #000000;" name="_Toc120021976"></a><em>Gambar </em><em>5</em><em>.  Detail Kolom</em></strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4542 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/8.jpg" alt="" width="649" height="519" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/8.jpg 649w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/8-600x480.jpg 600w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/8-300x240.jpg 300w" sizes="(max-width: 649px) 100vw, 649px" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong><a style="color: #000000;" name="_Toc116626609"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021977"></a><em>Gambar </em><em>6</em><em>.  Detail Sloof</em></strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">Pembangunan Menara Pandang;</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000000;">Dalam pekerjaan pembangunan Menara Pandang terkait dengan gambar desain, maka  ditemukan bahwa memiliki tinggi bangunan mencapai 20  meter dengan jumlah lantai sebanyak 4 lantai, ruang lantai yang dimiliki sesuai dengan perntukan kebutuhannya. Terkait struktur pondasi yang digunakan menggunakan pondasi cakar ayam, mengingat tinggi bangunan mencapai 20 meter. Sehingga sesuai dengan syarat dalam strutur, namun untuk mengantisipasi tidak terjadinya Korosi pada beton bertulang maka slimut beton yang dapat digunakan yaitu 4 cm mengingat lokasi berada pada kawasan pesisir pantai dengan menggunakan beton mutu  K300 serta dan pondasi tapak diperlebar agar bisa menahan beban struktur di atas.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4543 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/9.jpg" alt="" width="330" height="453" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/9.jpg 330w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/9-219x300.jpg 219w" sizes="(max-width: 330px) 100vw, 330px" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc116626610"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021978"></a><strong><em>Gambar </em></strong><strong><em>7</em></strong><em>.</em> <strong><em>Potongan Menara Pandang</em></strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">Pembangunan Tambatan Perahu</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000000;">Pedoman yang menjadi acuan kelayakan teknis dalam pembangunan tambatan perahu yaitu  Pedoman Pembangunan Prasarana Sederhana Tambatan Perahu di Perdesaan (NO. 0081T/Bt/1995). Syarat yang dimaksud dalam hal ini adalah Konstruksi Tambatan Perahu terdiri atas bangunan atas sebagai konstruksi lantai, dan bangunan bawah sebagai konstruksi pondasi.  Berikut  Sketsa Konstruksi Tambatan Perahu sesuai pedoman yang berlaku.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4548 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/9.png" alt="" width="474" height="199" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/9.png 474w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/9-300x126.png 300w" sizes="(max-width: 474px) 100vw, 474px" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc116626611"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021979"></a><strong><em>Gambar </em></strong><strong><em>8</em></strong><strong><em>. Sketsa Konstruksi Tambatan Perahu</em></strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Berdasarkan gambar sketsa konstruksi tambatan perahu, maka ditemukan bahwa konsep desain yang tertuang dalam pembangunan Tambatan Perahu sesuai dengan persyaratan teknis, melihat adanya papan lantai gelegar memanjang dengan Lebar bangunan disesuaikan dengan lebar jalan, yaitu 4.00 meter.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4549 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/10.jpg" alt="" width="1067" height="491" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/10.jpg 1067w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/10-800x368.jpg 800w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/10-300x138.jpg 300w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/10-1024x471.jpg 1024w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/10-768x353.jpg 768w" sizes="(max-width: 1067px) 100vw, 1067px" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc116626612"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021980"></a><strong><em>Gambar </em></strong><strong><em>9</em></strong><strong><em>.  Rencana Potongan Tambatan Perahu</em></strong></span></p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">Pembangunan Toilet</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000000;">Dalam pekerjaan pembangunan Toilet terkait dengan gambar desain, maka  ditemukan bahwa model bangunan yang digunakan sesuai dengan konsep outdor dengan material yang digunakan dalam konstruksi kolom dan sloof Beton Bertulang yaitu sesuai persyaratan teknis yang ada, serta dalam pekerjaan Ring Balok Beton Bertulang dengan ukuran ( 10 x 15 cm ) dan  terkait pekerjaan kayu dan pekerjaan atap sesuai dengan persyaratan teknis dalam stadart bangunan sederhana, namun mengingat lokasi yang berada pada kawasan tambak dan permukaan air tanah yang tinggi, yang dapat mengakibatkan <em>septick tank </em>meluap. Sehingga diarahkan untuk <em>septick tank</em> yang dapat digunakan yaitu <em>septic tank biofilter</em>.</span></p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">Pembangunan Gerbang;</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000000;">Dalam pekerjaan pembangunan Gerbang terkait dengan gambar desain, maka  ditemukan bahwa model bangunan yang digunakan sesuai dengan konsep outdor dan terkait <em>fasade building</em> sudah menggambarkan thema atapun konsep yang direncanakan dengan material yang digunakan dalam konstruksi kolom dan sloof Beton Bertulang yaitu sesuai persyaratan teknis yang ada dan diarahkan menggunakan beton mutu  K300.</span></p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">Pembangunan coocking area.</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000000;">Dalam pekerjaan pembangunan Coocking Area terkait dengan dengan visual konsep model 3 dimensi, maka  ditemukan bahwa model bangunan yang digunakan sesuai dengan konsep outdor, namun tidak tergambarkan secara detail dalam Gambar Desain/DED (Detail Engineering Design). Sehingga dianggap tidak layak sebagai acuan dalam gambar kerja pembangunan pekerjaan Masterplan Fish Estate.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sesuai dengan kebutuhan ruang dan aktivitas yang berada di kawasan Fish Estate dengan kondisi fisik geografis terhadap item pekerjaan bangunan gedung layak untuk dikerjakan karena memiliki  konektivitas antar ruang dan aktivitas. Namun masih belum tertuangnya kebutuhan ruang untuk budidaya pada kawasan tambak mengingat lokasi  pengembangan merupakan kawasan tambak dan dapat di kembangkan. Berikut tabel mengenai konektifitas Kebutuhan Ruang dan Fasilitas Penunjang dalam kawasan Fish Estate.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong><a style="color: #000000;" name="_Toc106289423"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc116626561"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021938"></a><em>Tabel </em><em>3</em>.<em>  </em><em>Konektifitas Kebutuhan Ruang dan Fasilitas Penunjang dalam Item Pekerjaan Bangunan Gedung</em></strong></span></p>
<table width="106%">
<thead>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>NO</strong></span></td>
<td width="35%"><span style="color: #000000;"><strong>AKTIVITAS</strong></span></td>
<td colspan="2" width="40%"><span style="color: #000000;"><strong>KEBUTUHAN RUANG/FASILITAS</strong></span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;"><strong>Keterangan</strong></span></td>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>1</strong></span></td>
<td width="35%"><span style="color: #000000;">Datang / Masuk Kedalam Area</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Gerbang</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="36%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>3</strong></span></td>
<td width="35%"><span style="color: #000000;">Menaiki Perahu</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Tempat Parkir Perahu</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">b.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Dermaga / Tambatan Perahu</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="36%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>4</strong></span></td>
<td width="35%"><span style="color: #000000;">Menuju Lokasi Tangkap / Budidaya</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Tempat Parkir Perahu</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">b.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Dermaga / Tambatan Perahu</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="36%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>5</strong></span></td>
<td width="35%"><span style="color: #000000;">Menjual Ikan ke TPI</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Tempat Pelelangan Ikan (TPI)</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="36%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>6</strong></span></td>
<td width="35%"><span style="color: #000000;">Memarkirkan Perahu</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Tempat Parkir Perahu</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="36%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>7</strong></span></td>
<td width="35%"><span style="color: #000000;">Pengangkutan hasil Budidaya</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Dermaga / Tambatan Perahu</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="36%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>8</strong></span></td>
<td width="35%"><span style="color: #000000;">Menuju Spot Wisata</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Lapak wisata kuliner / restoran</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">b.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Spot Selfie / Menara selfie</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">c.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Area mancing &amp; Barbeque</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="36%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>9</strong></span></td>
<td width="35%"><span style="color: #000000;">Membeli alat-alat perikanan</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Lapak / ruko penjualan</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="36%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>10</strong></span></td>
<td width="35%"><span style="color: #000000;">Membeli hasil perikanan</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Tempat Pelelangan Ikan (TPI)</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="36%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>11</strong></span></td>
<td width="35%"><span style="color: #000000;">Naik perahu untuk pergi mancing</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Dermaga / Tambatan Perahu</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">b.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Lapak / ruko penjualan alat pancing</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="36%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>12</strong></span></td>
<td width="35%"><span style="color: #000000;">Menjual makanan (seafood)</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Lapak penjualan makanan / dapur</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">b.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Tempat Makan / Restoran</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="36%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>13</strong></span></td>
<td width="35%"><span style="color: #000000;">Menjual perlengkapan perikanan</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Lapak / ruko penjualan</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="36%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>14</strong></span></td>
<td width="35%"><span style="color: #000000;">Pulang</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Gerbang</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="36%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>15</strong></span></td>
<td width="35%"><span style="color: #000000;">Kegiatan penunjang lain</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Toilet</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">b.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Musholla</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">c.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Jaringan Air Bersih</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="35%"></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">d.</span></td>
<td width="36%"><span style="color: #000000;">Jaringan Listrik</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color: #000000;">Sumber : <em>Hasila Analisa, Tahun 2022</em></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><span style="color: #000000;">Pekerjaan Jalan dan Jembatan</span></li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;">Kelayakan teknis dalam pekerjaan jalan dan jembatan dilakukan untuk mengetahui apakah pekerjaan yang direncanakan telah memenuhi syarat. pedoman dalam menentukan kelayakan teknis pada pekerjaan jalan Fish Estate: Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu ini adalah Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 19/Prt/M/2011 Tentang Persyaratan Teknis Jalan dan Kriteria Perencanaan Teknis Jalan. Syarat yang dimaksud dalam hal ini adalah mengenai persyaratan teknis jalan untuk ruas jalan dalam sistem jaringan jalan yang akan dibangun pada kawasan ini. Adapun persyaratan teknis jalan untuk ruas jalan dalam sistem jaringan jalan dapat dilihat pada tabel berikut.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc116626562"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021939"></a><strong><em>Tabel </em></strong><strong><em>4</em></strong><strong><em>.  Persyaratan Teknis Jalan Untuk Ruas Jalan Dalam Sistem Jaringan jalan</em></strong><strong> Skunder</strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-4550 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/11.png" alt="" width="841" height="471" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/11.png 602w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/11-600x336.png 600w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/11-300x168.png 300w" sizes="(max-width: 841px) 100vw, 841px" /></span></p>
<p><span style="color: #000000;">                                                    Sumber : <em>Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 19/Prt/M/2011 Tentang Persyaratan Teknis Jalan Dan Kriteria Perencanaan Teknis Jalan</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Berdasarkan peyaratan teknis diatas, maka ditemukan bahwa adanya kesesuaian dengan konsep yang direncanakan dalam  kawasan Fish Estate yaitu lebar badan jalan 6 meter, namun adanya ketidak sesuaian antara lebar trotoar dalam Gambar Desain/DED (Detail Engineering Design) yaitu hanya mencapai 60 cm dan diarahkan dalam lebar trotoar minimal 1 meter, serta dalam kegiatan gorong – gorong  mutu beton bertulang yang diarahkan menggunakan K300.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam kelayakan teknis pekerjaan jembatan dilakukan untuk mengetahui apakah pekerjaan yang direncanakan telah memenuhi syarat. pedoman dalam menentukan kelayakan teknis pada pekerjaan jembatan Fish Estate: Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu ini adalah Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor : 07/Se/M/2015 Tentang Pedoman Persyaratan Umum Perencanaan Jembatan. Syarat yang dimaksud dalam hal ini adalah mengenai persyaratan teknis jembatan untuk  kedalaman minimum pondasi telapak dengan pengamanan untuk pejalan kaki. Adapun persyaratan teknis dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc116626563"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021940"></a><strong><em>Tabel </em></strong><strong><em>5</em></strong><em>.</em><strong><em>  </em></strong><strong><em>Kedalaman Minimum Pondasi Telapak</em></strong></span></p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td width="140"><span style="color: #000000;"><strong>Lokasi pondasi</strong></span></td>
<td colspan="3" width="416"><span style="color: #000000;"><strong>Kedalaman minimum</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="140"><span style="color: #000000;">Kepala Jembatan, kecuali struktur pelengkung</span></td>
<td width="142"><span style="color: #000000;">1,5 m di bawah level rata-rata dasar sungai</span></td>
<td rowspan="2" width="139"><span style="color: #000000;">1,7 kali kedalaman total gerusan di bawah level rata-rata dasar sungai</span></td>
<td rowspan="2" width="136"><span style="color: #000000;">0,5 m di bawah level gerusan yang ada</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="140"><span style="color: #000000;">Pilar dan kepala jembatan pelengkung</span></td>
<td width="142"><span style="color: #000000;">2 m di bawah level rata-rata dasar sungai</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color: #000000;">Sumber : <em>Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor : 07/Se/M/2015 Tentang Pedoman Persyaratan Umum Perencanaan Jembatan</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-4555 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/12.png" alt="" width="398" height="326" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc116626613"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021981"></a><strong><em>Gambar </em><em>10</em>. <em>Ilustrasi jenis-jenis tipikal pengaman lalulintas</em></strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><em>(sumber: AASHTO LRFD Bridge Design Specification 4 th edition 2007)</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Berdasarkan peyaratan teknis diatas, maka ditemukan bahwa adanya kesesuaian dengan konsep yang direncanakan dalam  kawasan Fish Estate yaitu kedalaman minimum pondasi telapak 2 m di bawah level rata-rata dasar sungai dengan pilar dan kepala jembatan pelengkung serta tipikal pengamanan yang digunakan yaitu beton dan logam. Namun melihat dari kondisi eksisting yang berada di kawasan Fish Estate merupakan daerah tambak dengan struktur tanah berlumpur/lembek sehingga  dalam Gambar Desain/DED (Detail Engineering Design) jembatan terkait dengan pondasi tidak sesuai/tidak layak untuk diterapkan. Arahan yang dapat digunakan yaitu menggunakan pondasi pancang dan pondasi tapak diperlebar agar bisa menahan beban struktur di atas dan mencegah guling, serta diarahkan untuk menemukan data sondir agar mengetahui kekuatan tanah dasar dan sebagai data perencanaan awal ataupun dapat menggunakan konsep jembatan apung untuk akses pengunjung.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4564 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/11.jpg" alt="" width="495" height="347" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/11.jpg 495w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/11-300x210.jpg 300w" sizes="(max-width: 495px) 100vw, 495px" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc120021982"></a><strong><em>Gambar </em></strong><strong><em>11</em></strong><em>.</em> <strong><em>Ilustrasi konstruksi Pondasi Pancang</em></strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4568 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/14.png" alt="" width="404" height="233" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/14.png 404w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/07/14-300x173.png 300w" sizes="(max-width: 404px) 100vw, 404px" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc120021983"></a><strong><em>Gambar </em></strong><strong><em>12</em></strong><em>.</em> <strong><em>Ilustrasi konstruksi Jembatan Apung</em></strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sesuai dengan kebutuhan ruang dan aktivitas yang berada di kawasan Fish Estate dengan kondisi fisik Geografis terhadap item pekerjaan Jalan dan Jembatan layak untuk dikerjakan karena memiliki  konetivitas antar ruang dan aktivitas. Berikut tabel mengenai konektifitas Kebutuhan Ruang dan Fasilitas Penunjang dalam kawasan Fish Estate.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc106289424"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc116626564"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021941"></a><strong><em>Tabel </em></strong><strong><em>6</em></strong><em>.</em><strong><em>  </em></strong><strong><em>Konektifitas Kebutuhan Ruang dan Fasilitas Penunjang dalam Item Pekerjaan Jalan dan Jembatan</em></strong></span></p>
<table width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="6%"><span style="color: #000000;"><strong>NO</strong></span></td>
<td width="38%"><span style="color: #000000;"><strong>AKTIVITAS</strong></span></td>
<td colspan="2" width="28%"><span style="color: #000000;"><strong>KEBUTUHAN RUANG/FASILITAS</strong></span></td>
<td width="27%"><span style="color: #000000;"><strong>Keterangan</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"><span style="color: #000000;"><strong>1</strong></span></td>
<td width="38%"><span style="color: #000000;">Datang / Masuk Kedalam Area</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="24%"><span style="color: #000000;">Akses atau Jalan</span></td>
<td width="27%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="38%"></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">b.</span></td>
<td width="24%"><span style="color: #000000;">Pedestrian</span></td>
<td width="27%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="38%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="24%"></td>
<td width="27%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"><span style="color: #000000;"><strong>2</strong></span></td>
<td width="38%"><span style="color: #000000;">Parkir</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="24%"><span style="color: #000000;">Akses atau Jalan</span></td>
<td width="27%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="38%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="24%"></td>
<td width="27%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"><span style="color: #000000;"><strong>4</strong></span></td>
<td width="38%"><span style="color: #000000;">Menuju Lokasi Tangkap / Budidaya</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="24%"><span style="color: #000000;">Akses atau Jalan</span></td>
<td width="27%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="38%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="24%"></td>
<td width="27%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"><span style="color: #000000;"><strong>7</strong></span></td>
<td width="38%"><span style="color: #000000;">Pengangkutan hasil Budidaya</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="24%"><span style="color: #000000;">Akses atau Jalan</span></td>
<td width="27%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="38%"></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">b.</span></td>
<td width="24%"><span style="color: #000000;">Jembatan</span></td>
<td width="27%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="38%"></td>
<td width="4%"></td>
<td width="24%"></td>
<td width="27%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"><span style="color: #000000;"><strong>14</strong></span></td>
<td width="38%"><span style="color: #000000;">Pulang</span></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="24%"><span style="color: #000000;">Akses / Jalan</span></td>
<td width="27%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="38%"></td>
<td width="4%"><span style="color: #000000;">b.</span></td>
<td width="24%"><span style="color: #000000;">Jembatan</span></td>
<td width="27%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color: #000000;">Sumber : <em>Hasila Analisa, Tahun 2022</em></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><span style="color: #000000;">Pekerjaan Landscape</span></li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;">Pekerjaan Landscape merupkan point penting dalam mendukung konsep Fish Estate, secara kelayakan teknis konsep desain yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan ruang dan konsep yang akan dikembangkan yaitu mendukung kelestarian yang ada di kawasan eksisting dengan kegiatan yang dikembangkan yaitu : (i) Tracking Mangrove; (ii) Camping Area; dan (iii) Penanamn mangrove. Sehingga dalam pekerjaan landscape  secara teknis sesuai dengan kebutuhan, karena mendukung konsep dari Fish Estate: Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu yang bertempat di Desa Mbawi – Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Namun masih belum tertuangnya konsep untuk mendukung konsep pengembangan budidaya  di kawasan tambak.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sesuai dengan kebutuhan ruang dan aktivitas yang berada di kawasan Fish Estate dengan kondisi fisik Geografis terhadap item pekerjaan landscape layak untuk dikerjakan, karena memiliki  konetivitas antar ruang dan aktivitas. Berikut tabel mengenai konektifitas Kebutuhan Ruang dan Fasilitas Penunjang dalam kawasan Fish Estate.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc106289425"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc116626565"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021942"></a><strong><em>Tabel </em></strong><strong><em>7</em></strong><em>.</em><strong><em>  </em></strong><strong><em>Konektifitas Kebutuhan Ruang dan Fasilitas Penunjang dalam Item Pekerjaan Landscape</em></strong></span></p>
<table width="104%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>NO</strong></span></td>
<td width="39%"><span style="color: #000000;"><strong>AKTIVITAS</strong></span></td>
<td colspan="2" width="35%"><span style="color: #000000;"><strong>KEBUTUHAN RUANG/FASILITAS</strong></span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;"><strong>Keterangan</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>1</strong></span></td>
<td width="39%"><span style="color: #000000;">Datang / Masuk Kedalam Area</span></td>
<td width="7%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="28%"><span style="color: #000000;">Akses atau Jalan</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="39%"></td>
<td width="7%"><span style="color: #000000;">b.</span></td>
<td width="28%"><span style="color: #000000;">Pedestrian</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="39%"></td>
<td width="7%"></td>
<td width="28%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>2</strong></span></td>
<td width="39%"><span style="color: #000000;">Parkir</span></td>
<td width="7%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="28%"><span style="color: #000000;">Area Parkir</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="39%"></td>
<td width="7%"><span style="color: #000000;">b.</span></td>
<td width="28%"><span style="color: #000000;">Akses atau Jalan</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="39%"></td>
<td width="7%"></td>
<td width="28%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>4</strong></span></td>
<td width="39%"><span style="color: #000000;">Menuju Lokasi Tangkap / Budidaya</span></td>
<td width="7%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="28%"><span style="color: #000000;">Akses atau Jalan</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="39%"></td>
<td width="7%"></td>
<td width="28%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>7</strong></span></td>
<td width="39%"><span style="color: #000000;">Pengangkutan hasil Budidaya</span></td>
<td width="7%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="28%"><span style="color: #000000;">Akses atau Jalan</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="39%"></td>
<td width="7%"></td>
<td width="28%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>8</strong></span></td>
<td width="39%"><span style="color: #000000;">Menuju Spot Wisata</span></td>
<td width="7%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="28%"><span style="color: #000000;">Tracking mangrove</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="39%"></td>
<td width="7%"><span style="color: #000000;">b.</span></td>
<td width="28%"><span style="color: #000000;">Area Camping</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="39%"></td>
<td width="7%"><span style="color: #000000;">c.</span></td>
<td width="28%"><span style="color: #000000;">Area penanaman mangrove</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="39%"></td>
<td width="7%"></td>
<td width="28%"></td>
<td width="18%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"><span style="color: #000000;"><strong>14</strong></span></td>
<td width="39%"><span style="color: #000000;">Pulang</span></td>
<td width="7%"><span style="color: #000000;">a.</span></td>
<td width="28%"><span style="color: #000000;">Akses / Jalan</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="39%"></td>
<td width="7%"><span style="color: #000000;">b.</span></td>
<td width="28%"><span style="color: #000000;">Tracking Mangrove</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%"></td>
<td width="39%"></td>
<td width="7%"><span style="color: #000000;">c.</span></td>
<td width="28%"><span style="color: #000000;">Parkir</span></td>
<td width="18%"><span style="color: #000000;">Layak</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color: #000000;">Sumber : <em>Hasila Analisa, Tahun 2022</em></span></p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>KELAYAKAN ASPEK SOSIAL DAN BUDAYA</strong></span></h3>
<p><span style="color: #000000;">Desa Mbawi merupakan Desa yang berada di Kecamatan Dompu dengan kareteristik wilayah yaitu daerah pesisir, dengan potensi wilayah berupa tambak ikan. Dengan adanya potensi dan karakteristik wilayah tersebut, maka masyakarat yang berada di  Desa Mbawi sebagaian besar merupakan mata pencarian sebagai  nelayan terutama pada daerah yang berada di kawasan perencaaan Fish Estate. Melihat dari jumlah Penduduk Desa Mbawi &#8211; Kecamatan Dompu tahun 2019 tercatat 3.162 jiwa terdiri dari laki-laki 1.622 jiwa dan perempuan 1.540 jiwa,  dari jumlah penduduk yang berada di Desa Mbawi  tersebut maka agama yang di anut oleh masyakarat Desa Mbawi 98% merupakan agama islam.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Budaya di  wilayah Kabupaten Dompu yang dapat dijadikan sebagai wisata local yaitu Suku Dompu dengan adanya beberapa tradisi upacara terkenal di suku Dompu yaitu upacara <a style="color: #000000;" href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peta_Kapanca&amp;action=edit&amp;redlink=1">Peta Kapanca</a>. Upacara Peta Kapanca merupakan bagian dari <a style="color: #000000;" href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tradisi_pernikahan&amp;action=edit&amp;redlink=1">tradisi pernikahan</a> yang disadur dari <a style="color: #000000;" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bima">adat Bima</a>, yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan <a style="color: #000000;" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Akad_nikah">akad nikah</a> di rumah calon pengantin perempuan. Kegiatan utama dari upacara ini adalah untuk melumatkan <a style="color: #000000;" href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Daun_pacar&amp;action=edit&amp;redlink=1">daun pacar</a> atau <a style="color: #000000;" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Inai">inai</a> yang berwarna merah di kuku calon penganti perempuan, dilumatkan secara bergantian oleh para perempuan yang hadir di acara tersebut. Yang kedua selain upacara adat, di Kabupaten Dompu terdapat juga suatu kesenian yang telah lama berkembang yaitu  diberi nama Rawa mbojo. Kesenian ini dimainkan satu orang laki-laki dan satu perempuan. laki-laki bertindak sebagai pemain biola (violis) dan sesekali menyanyi sedangkan perempuan sebagai penyanyi utama. Sebelum kedatangan alat musik modern seperti orkes Melayu atau orgen tunggal, rawa mbojo merupakan salah satu kesenian rakyat yang popular pada masanya. Musik ini biasa dipentaskan saat acara pernikahan warga. Rawa Mbojo biasanya digelar di rumah pemilik hajatan usai berlangsung acara resepsi formal.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Budaya yang dapat di kembangkan dalam wisata selain dari adat yaitu adanya makanan tradisional, berupa :</span></p>
<ol>
<li><span style="color: #000000;">Sambal doco, terbuat dari irisan tipis mangga muda, tomat, daun kemangi. Hasil akhirnya memiliki citra rasa yang asam.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Uta Palumara, bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia artinya Ikan yang berkuah asam, manis, pedas, dengan tambahan aroma khas daun kemangi.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Uta Londe Puruh, adalah hidangan Ikan palumara (ikan bandeng) yang sering dipadukan kelapa muda. Rasa dagingnya manis, dan gurih.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Uta mbeca parongge, adalah sayur bening daun kelor, makanan khas masyarakat Bima.</span></li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;">Dengan melihat makanan tradisonal yang berada di Kabupaten Dompu  yaitu olahan ikan, tentunya sumber bahan produksi  yang dimiliki dalam olahan tersebut dapat dibudidayakan dan dikembangkan dalam kawasan Fish Estate Desa Mbawi. Sehingga olahan – olahan makanan yang dimiliki masarakat Dompu dapat terjaga dan dilestarikan keberadaanya. Serta dengan adanya perencanaan pembangunan dari tiga item pekerjaan tersebut merupakan pendukung dalam aspek budaya dari wilayah Kabupaten Dompu khususnya wilayah Desa Mbawi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc116626413"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021688"></a><strong> </strong></span></p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>KELAYAKAN ASPEK HUKUM/LEGAL</strong></span></h3>
<p><span style="color: #000000;">Berdasarkan aspek Hukum/Legal, pekerjaan masterplan Fish Estate layak untuk di bangun dari segi pola ruang Kabupaten Lombok Timur yaitu berada di kawasan budidaya namun dalam status lahan sebagaian besar merupakan Hak Guna Usaha (HGU).</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" name="_Toc116626414"></a><a style="color: #000000;" name="_Toc120021689"></a><strong> </strong></span></p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL</strong></span></h3>
<p><span style="color: #000000;">Berdasarkan Materplan Fish Estate : Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu Mbawi, Dompu beberapa item pekerjaan yang akan dilaksanakan pada kawasan tersebut, maka timbul perhitungan arus kas keluar dan masuk. Perhitungan tersebut diketahui :</span></p>
<ol>
<li><span style="color: #000000;">Biaya Konstruksi sebesar Rp. 50,511,500,000,-</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Pendapatan Pertahun Rp. 652,956,000,-</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Dengan perhitungan suku bunga 10%, perhitungan kelayakan 10 Tahun,</span><br />
<span style="color: #000000;">maka;</span></li>
</ol>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">NPV pada tahun ke 2 bernilai positif, namun jika dilihat dari arus kas masuk dengan nilai dari arus kas keluar selama periode ke 50 dengan Discount Rate 10% belum mencapai pemenuhan investasi awal yang ada. usulan proyek dalam investasi belum dapat diterima.;</span></li>
<li><span style="color: #000000;">IRR didapatkan angka -10,54 %, belum melebihi rate 10%, yang artinya bahwa proyek belum dapat diterima, serta</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Payback Period, ditunjukkan pada tahun ke –</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000000;"><strong> </strong></span></p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>REKOMENDASI</strong></span></h3>
<p><span style="color: #000000;">Berdasarkan data dan analisa, rekomendasi kelayakan</span><br />
<span style="color: #000000;">Masterplan Fish Estate: Pengembangan Kawasan Perikanan Terpadu yang bertempat di Desa Mbawi – Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu sebagai berikut :</span></p>
<ol>
<li><span style="color: #000000;">Berdasarkan pada Aspek Fisik dan Geografis, masterplan Fish Estate sesuai dengan 3 item pekerjaan yaitu  menyusun rencana struktur tata ruang kepariwisataan dengan memperhatikan aspek pembangunan berkelanjutan dan lebih mengedepankan aspek pelestarian serta mitigasi bencana kawasan tambak/hutan mangrove dan diharuskan dimulai kajian dasar terkait aspek kebencanaan.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Berdasarkan pada Aspek Teknis dalam 3 item pekerjaan masih terdapat kegiatan yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis dan dalam <em>fasade building</em> agar lebih menonjolkan budaya local. Berikut rekomendasi dari aspek teknis dalam 3 item pekerjaan :</span></li>
</ol>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">Diarahkan untuk mereview kembali secara detail dalam Gambar Desain/DED (Detail Engineering Design) terkait pekerjaan ruko, pembangunan <em>Fishing and Barbeque Area</em>, ruko pusat perlengkapan perikanan, dan pembangunan <em>Coocking Area.</em></span></li>
<li><span style="color: #000000;">Untuk mengantisipasi tidak terjadinya Korosi pada beton bertulang maka slimut beton yang dapat digunakan yaitu 4 cm mengingat lokasi berada pada kawasan pesisir pantai dengan menggunakan beton mutu</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Dalam Pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) diarahkan agar limbah <em>Grey Water</em>dan <em>Black Waterter </em>terpisah, dan untuk limbah pengelolaan ikan ataupun limbah <em>Grey Water</em> dapat dibuatkan  IPAL, agar dapat mengelola dengan baik air limbah cair ataupun pengelolaan ikan, serta untuk  pengelolaan limbah <em>Black Water </em>diarahkan untuk jarak dari bangunan dipersyaratkan 1,5 m sedangkan jarak dengan sumur sepanjang 10 m. Untuk ukuran ideal sebesar 75 m3 yang dapat digunakan untuk melayani 10 orang<em>. Septictank</em> minimal memiliki pipa udara 5 cm, memiliki lubang pemeriksaan, pipa buangan dan pipa masuk serta ruang bersekat untuk pengendapan lumpur. <em>Septictank</em> lebih baik diletakkan di depan bangunan atau di halaman belakang untuk memudahkan dalam perawatannya.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Untuk pembangunan toilet terkait dengan <em>septick tank</em> diarahkan agar menggunakan <em>septic tank biofilter </em>dikarenakan lokasi yang berada pada kawasan tambak dan permukaan air tanah yang tinggi, yang dapat mencegah <em>septick tank</em></span></li>
<li><span style="color: #000000;">Untuk pekerjaan jembatan diarahkan lebar minimal trotoar yang dapat digunakan yaitu 1</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Untuk pekerjaan jembatan sesuai dengan kondisi eksisting diarahkan untuk menggunakan pondasi pancang dan pondasi tapak diperlebar agar bisa menahan beban struktur di atas dan mencegah guling, serta diarahkan untuk menemukan data sondir agar mengetahui kekuatan tanah dasar dan sebagai data perencanaan awal ataupun dapat menggunakan konsep jembatan apung untuk akses pengunjung.</span></li>
</ul>
<ol start="3">
<li><span style="color: #000000;">Berdasarkan pada Aspek Sosial dan Budaya, masterplan Fish Estate sesuai dengan 3  item pekerjaan yaitu :</span></li>
</ol>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">Penguatan dan peningkatan kualitas SDM pada instansi Pembina pariwisata sebagai prioritas utama;</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Peningkatan kualitas pelayanan jasa usaha pariwisata melalui peningkatan kualitas SDM yang diarahkan untuk mempersiapkan dan menghasilkn SDM yang profesional dan kompeten;</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Meningkatkan kapasitas keterlibatan masyarakat sekitar dan atraksi wisata dalam manajemen pengelolaan serta meningkatkan kemampuan megidentifikasi dan memanfaatkan peluang di bidang pariwisata;</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Pembinaan SDM sejak dini melalui pendidikan formal di sekolah dengan tujuan menumbuhkan kebanggaan terhadap daerahnya;</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Pengembangan konsep yang mengedepankan kelestarian baik kelestarian alam, adat istiadat, maupun budaya daerah;</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Menerapkan kerajinan tangan berupa tenun khas Kabupaten Dompu di sepanjang koridor Fish Estate; serta</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Menigkatkan nilai <em>fasade building</em> sesuai dengan budaya suku Dompu.</span></li>
</ul>
<ol start="4">
<li><span style="color: #000000;">Dalam Aspek Legal/Hukum harus jelas terhadap legalitas lahan dan harus memiliki ijin yang jelas.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Dalam Aspek Finansial diarahkan untuk meningkatkan investasi aliran khas masuk dengan melakukan kebijakan standart baku dalam Retribusi Jasa Umum.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Untuk keberlanjutan dan Perkembangan masterplan Fish Estate diarahkan adanya event – event pariwisata yang harus didukung oleh pemerintah daerah.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Untuk keberlanjutan dan perkembangan Masterplan Fish Estate konsep pengembangan atau pekerjaan terhadap  budidaya kepiting dan budidaya perikanan semestinya dinaikan/dituangkan kedalam pekerjaan.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Pengembangan pemasaran dan promosi diarahkan kepada koordinasi antar instansi, dan dilakukan perencanaan dan monitoring yang matang.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Dalam tahapan pelaksanaan kedepan diarahkan untuk material menggunakan material yang berada di lokasi setempat/material local seperti menggunakan material kayu pohon kelapa.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Langkah-langkah pemasaran dan promosi pariwisata secara terpadu dan terarah dirumuskan oleh pemerintah daerah bersama – sama dengan pengusaha pariwisata dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan.</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Untuk keberlanjutan dalam Masterplan Fish Estate terkait dengan kajian lingkungan diharapkan untuk dapat menyusun dokumen lingkungan. Jika mengacu lampiran terkait Bidang Perikanan dan Kelautan dalam Permen LH Nomor 5 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang wajib memiliki Amdal yaitu budidaya tambak udang/ikan tingkat teknologi maju dan madya dengan atau tanpa unit pengolahannya dengan luas &gt; 50 ha, maka dilihat  dari  luas wilayah perencanan mencapai 25 Ha dengan lampiran yang dimiliki, maka diarahkan untuk menyusun  dokumen UKL -UPL.</span></li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;">Secara garis besar  kegiatan Pengembangan Wisata Kuliner Berbasis Sumber Daya Lokal Kelautan Dan Perikanan di wilayah Kabupaten Dompu  sangat memungkinkan untuk dilaksanakan mengingat perencanaan yang telah disusun mengarah pada pertumbuhan perkonomian masyakarat maupun pemerintah daerah. Sehinga untuk Kota/Kabupaten yang ingin melakukan kegiatan Feasibility Study serta untuk mengetahui lebih jelas terkait dengan kegiatan serupa dapat menghubungi kami yang tertera pada kontak di website ini.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/fs-study-kelayakan-pengembangan-wisata-kuliner-berbasis-sumber-daya-lokal-kelautan-dan-perikanan-tahun-2022/">FS (STUDY KELAYAKAN) PENGEMBANGAN WISATA KULINER BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN 2022</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4520</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UKL UPL USAHA DAN ATAU KEGIATAN PEMBANGUNAN DAN OPERASIONAL PERUMAHAN FATRALAND RESIDENCE</title>
		<link>https://nuansagiskonsultan.com/ukl-upl-usaha-dan-atau-kegiatan-pembangunan-dan-operasional-perumahan-fatraland-residence/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AFRIANI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jun 2024 07:38:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuansagiskonsultan.com/?p=4257</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sesuai dengan Peraturan Walikota Mataram No. 48 Tahun 2017, dalam lampiran 1 mewajibkan untuk membuat dokumen UKL UPL dalam perencanaan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/ukl-upl-usaha-dan-atau-kegiatan-pembangunan-dan-operasional-perumahan-fatraland-residence/">UKL UPL USAHA DAN ATAU KEGIATAN PEMBANGUNAN DAN OPERASIONAL PERUMAHAN FATRALAND RESIDENCE</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Sesuai dengan Peraturan Walikota Mataram No. 48 Tahun 2017, dalam lampiran 1 mewajibkan untuk membuat dokumen UKL UPL dalam perencanaan pembangunan perumahan Fatraland Residence dengan aturan memiliki luas lahan (0,25 – 25) Ha perluas lahan ≥ 10 Unit rumah.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">PT. Fatra Nusa Properti sebagai Perusahan yang bergerak di bidang konstruksi umum dan konstruksi khusus, berupa bangunan tempat tinggal (Perumahan), yang akan dibangun di Jalan Alamanda, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram dengan jumlah 15 unit rumah. PT. Fatra Nusa Properti berupaya memenuhi syarat-srarat kelengkapan dokumen UKL-UPL agar kegiatan tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam hal ini, <strong>CV. Nuansa GIS Konsultan</strong> berkontrak dengan PT. Fatra Nusa Properti. Lingkup pekerjaan ini adalah meliputi wilayah Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.</span></p>
<hr />
<h2><span style="color: #000000;"><strong><u>LOKASI RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN</u></strong></span></h2>
<p><span style="color: #000000;">Lokasi usaha/kegiatan Pembangunan Perumahan Fatraland Residence PT. Fatra Nusa Properti berada pada titik koordinat Bujur Timur 116o5’13,187”E dan Lintang Selatan 8o36’23,073”S, yakni yang secara administratif berada pada area Jalan Perum  Alamanda, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Batas – batas Lokasi Kegiatan terdiri dari sebelah Utara berbatasan dengan Jalan Merdeka  yang menjadi akses utama pengendara motor dan mobil di area perumahan, sebelah Selatan berbatasan dengan Komplek Perumahan Taman Alamanda 3, sebelah Timur berbatasan dengan Komplek Perumahan Taman Alamanda 3, sebelah Barat berbatasan dengan sawah. Status kepemilikan tanah yang direncanakan sebagai lokasi perumahan adalah aset milik H. Ibnu Astir.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-4258 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/2-300x225.jpg" alt="" width="602" height="451" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/2-300x225.jpg 300w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/2.jpg 594w" sizes="(max-width: 602px) 100vw, 602px" /></span></p>
<pre style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">Gambar Foto Keadaan Eksisting Lahan</span></pre>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-4259 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/3-300x212.jpg" alt="" width="672" height="475" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/3-300x212.jpg 300w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/3-800x566.jpg 800w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/3-1024x724.jpg 1024w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/3-768x543.jpg 768w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/3.jpg 1233w" sizes="(max-width: 672px) 100vw, 672px" /></span></p>
<pre style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">Gambar Peta Rencana Lokasi Pembangunan</span></pre>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-4260 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/3-1-300x212.jpg" alt="" width="640" height="452" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/3-1-300x212.jpg 300w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/3-1-800x566.jpg 800w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/3-1-1024x724.jpg 1024w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/3-1-768x543.jpg 768w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/3-1.jpg 1233w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></span></p>
<pre style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">Gambar Peta Lokasi Skala Kelurahan</span></pre>
<h2><span style="color: #000000;"><strong><u>KESESUAIAN LOKASI DENGAN RTRW</u></strong></span></h2>
<p><span style="color: #000000;">Kesesuian lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan perumahan Pembangunan Perumahan Fatraland Residence PT. Fatra Nusa Properti dengan rencana tata ruang Kota Mataram sesuai dengan peruntukannya kawasan perumahan kepadatan sedang telihat pada Gambar dibawah ini, dimana tapak proyek berada pada kawasan perumahan kepadatan sedang.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-4261 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/5-300x212.png" alt="" width="660" height="466" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/5-300x212.png 300w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/5-800x566.png 800w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/5-768x543.png 768w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/5.png 827w" sizes="(max-width: 660px) 100vw, 660px" /></span></p>
<pre style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">Gambar Kesesuain Lokasi Pembangunan Dengan Peta Pola Ruang</span></pre>
<h2><span style="color: #000000;"><strong><u>KETENTUAN SEMPADAN</u></strong></span></h2>
<table style="height: 249px;" width="1105">
<tbody>
<tr>
<td width="142"><span style="color: #000000;">Sempadan Sungai / Drainase</span></td>
<td width="350"><span style="color: #000000;">Dilarang Memperkecil atau Memperbesar Volume Debit</span><br />
<span style="color: #000000;">Kapasitas dan/atau menutup saluran umum (Darinase Kota)</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="142"><span style="color: #000000;">Sempadan Jalan</span></td>
<td width="350"><span style="color: #000000;">Ketentuan Umum Peraturan Zonasi untuk Jaringan Jalan danRuang Pengawasan Jalan berada pada Jalan KolektorPrimer 2 (Dua) dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB)paling rendah 19,50 m (Sembilan Belas Koma Lima Puluh Meter)</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<pre><span style="color: #000000;"><em>Sumber :
</em>- Perda Kota Mataram No. 4/2014, tentang Bangunan Gedung
- Perda Kota Mataram No. 5/2019, tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 12
  Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Mataram Tahun 2011-2031</span></pre>
<h2><span style="color: #000000;"><strong><u>JENIS DAN JUMLAH BANGUNAN RUMAH</u></strong></span></h2>
<p><span style="color: #000000;">PT. Fatra Nusa Properti akan membangun komplek perumahan Fatraland Residence dengan jumlah 15 unit rumah komersil dengan tipe rumah 45/100 m<sup>2</sup> 45 m<sup>2</sup> untuk luas bangunan dan 100 m<sup>2</sup> untuk luas lahan yang dilengkapi dengan dua kamar tidur, kamar mandi, dapur dan ruang tamu. Berkonsep perumahan modern dan lahan yang cukup serta fasilitas umum berupa jalan dengan lebar 6 meter, mushola, drainase dan RTH berupa taman yang memadai.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Rencana Pembangunan Perumahan Fatraland Residence PT.yaitu berlokasi di Jalan Penanda dengan luas lahan 1,796 m<sup>2. </sup>Adapun rencana pembangunan perumahan dilakukan secara bertahap sebanyak 15 unit dengan luas lahan terbangun sebesar ±16.000 m² dan tidak melebihi luas lahan yang ada. skala kegiatan sebagai berikut:</span></p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;">Luas Lahan Terbangun : ±16.000 m²</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Tipe Bangunan : Type 45/100 (15 Unit)</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Garis Sepadan bangunan : 7 m</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Garis Sepadan Pagar : 6 m dari As Jalan</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Ketinggian bangunan : Maksimal 8 m</span></li>
<li><span style="color: #000000;">Lebar jalan : 6 meter</span></li>
</ul>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-4262 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/6-300x147.png" alt="" width="657" height="322" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/6-300x147.png 300w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/6-600x294.png 600w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/6.png 751w" sizes="(max-width: 657px) 100vw, 657px" /></span></p>
<pre style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">Gambar Layout Perumahan dan Layout Bangunan Rumah Fatraland Residence PT. Fatra Nusa Properti</span></pre>
<p><span style="color: #000000;"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-4263 aligncenter" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/7-300x212.jpg" alt="" width="640" height="452" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/7-300x212.jpg 300w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/7-800x566.jpg 800w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/7-1024x724.jpg 1024w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/7-768x543.jpg 768w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2024/06/7.jpg 1213w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></span></p>
<pre style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">Gambar Peta Pemantauan Lokasi</span></pre>
<hr />
<h2><span style="color: #000000;"><u>DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN </u></span></h2>
<table width="611">
<thead>
<tr>
<td colspan="2" width="38">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>NO</strong></span></p>
</td>
<td style="text-align: center;" colspan="2" width="142"><span style="color: #000000;"><strong>Sumber Dampak</strong></span></td>
<td style="text-align: center;" colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;"><strong>Jenis Dampak</strong></span></td>
<td style="text-align: center;" colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;"><strong>Besaran Dampak</strong></span></td>
<td colspan="2" width="122">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Keterangan</strong></span></p>
</td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>1</strong></span></p>
</td>
<td style="text-align: center;" colspan="2" width="142"><span style="color: #000000;"><strong>2</strong></span></td>
<td style="text-align: center;" colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;"><strong>3</strong></span></td>
<td style="text-align: center;" colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;"><strong>4</strong></span></td>
<td colspan="2" width="122">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>5</strong></span></p>
</td>
<td width="2"></td>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td colspan="10" width="609"><span style="color: #000000;"><strong>TAHAP PRA-KOSNTRUKSI</strong></span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">1.</span></p>
</td>
<td colspan="2" width="142"><span style="color: #000000;">Perijinan dan Pembebasan lahan</span></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Proses perijinan yang lama</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Waktu pengurusan ijin cukup lama</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Persepsi masyarakat</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Sejumlah masyarakat yang tingga di sekitar lokasi pembangunan akan mengalami perubahan persepsi</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="10" width="609"><span style="color: #000000;"><strong>TAHAP KOSTRUKSI</strong></span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">1.</span></p>
</td>
<td colspan="2" width="142"><span style="color: #000000;">Rekrutmen Tenaga Kerja</span></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Terbukanya Kesempatan Kerja</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Sejumlah tenaga kerja lokal akan terserap bekerja</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Perubahan Persepsi Masyarakat</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Masyarakat beranggapan bahwa adanya      upaya      dari Pemrakarsa untuk memberdayakan masyarakat       disekitar, Disisi lainnya persepsi</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">adanya pemutusan hubungan kerja ketika tahap konstruksi telah selesai</span></td>
<td colspan="2" width="122"></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">2.</span></p>
</td>
<td colspan="2" width="142"><span style="color: #000000;">Pembangunan dan operasional <em>basecamp</em></span></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Gangguan Keamanan lingkungan      dan</span></p>
<p><span style="color: #000000;">ketertiban masyarakat</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Terjadi            perubahan suasana lingkungan di area sekitar lokasi</span></p>
<p><span style="color: #000000;">pembangunan perumahan</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Penurunan sanitasi lingkungan</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Adanya limbah cair yang dihasilkan oleh pekerja yang membuat terjadinya penurunan</span></p>
<p><span style="color: #000000;">sanitasi lingkungan</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">3.</span></p>
</td>
<td colspan="2" width="142"><span style="color: #000000;">Pembersihan    dan Penyiapan lahan</span></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Penurunan kualitas        udara (debu)</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Menurunnya        kualitas udara sekitar terutama berupa         peningkatan debu</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Kecelakaan kerja</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Sejumlah tenaga kerja yang dipekerjakan pada tahap pembersihan Lahan</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">4.</span></p>
</td>
<td colspan="2" width="142"><span style="color: #000000;">Mobilisasi      bahan dan material</span></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Peningkatan debu dan polutan udara lainnya</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Menurunnya kualitas udara sekitar terutama berupa peningkatan debu beberapa senyawa polutan lainnya</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Peningkatan kebisingan</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Meningkatnya intensitas kebisingan di kawasan pembangunan perumahan</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Peningkatan intensitas        lalu intas</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Peningkatan    arus    lalu lintaskendaraan</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Kecelakaan kerja</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Sejumlah tenaga kerja yang dipekerjakan pada tahap pekerjaan kostruksi</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Gangguan     jalan yang dilalui kendaraan pengangkut material</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Sejumlah ruas jalan akan kotor dan berdebu kibatceceran pasir/tanah urug serta material lainnya</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">5.</span></p>
</td>
<td colspan="2" width="142"><span style="color: #000000;">Pengerjaan kostruksi bangunan</span></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Perubahan tata guna lahan dan daerah resapan air</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Berkurangnya      daerah resapan air</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Kecelakaan kerja</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Sejumlah tenaga kerja yang dipekerjakan pada tahap pekerjaan konstruksi bangunan</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Timbulan limbah B3</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Limbah B3 berupabekas kaleng cat, pernis dan kemasan bahan kimia lainnya</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="38"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Timbulan sampah padat domestik</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Volume    limbah    padat meningkat</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan</span></p>
<p><span style="color: #000000;">pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td width="2"></td>
<td width="36"><span style="color: #000000;">6.</span></td>
<td colspan="2" width="142"><span style="color: #000000;">Demobilisasi peralatan  dan pembersihan material hasil galian serta bongkaran</span></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Kecelakaan    dan keselamatan kerja</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Kecelakaan kerja dapat menimpa                setiap masyarakat pada kegiatan demobilisasi peralatan pembangunan perumahan</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td width="2"></td>
<td width="36"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Peningkatan debu</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Menurunnya        kualitas udara sekitar terutama berupa  peningkatan debu</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
<td width="2"></td>
</tr>
<tr>
<td width="2"></td>
<td colspan="10" width="609"><span style="color: #000000;"><strong>TAHAP OPERASIONAL</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="2"></td>
<td colspan="2" width="37">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">1.</span></p>
</td>
<td colspan="2" width="142"><span style="color: #000000;">Rekrutmen Tenaga Kerja</span></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Kesempatan kerja dan berusaha</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Sejumlah besar masyarakat sekitar lokasi dapat bekerja da membuka usaha</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="2"></td>
<td colspan="2" width="37">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">2.</span></p>
</td>
<td colspan="2" width="142"><span style="color: #000000;">Aktivitas perumahan</span></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Timbulan sampah domestik</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Volume    limbah    padat meningkat</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="2"></td>
<td colspan="2" width="37"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Timbulan limbah B3</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Limbah B3 berupa Wadah oli, Sparepart dan Scrap, Kemasan Tinta Bekas, Lampu listrik, Baterai, Cartridge Printer, Oli bekas, Air aki.</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="2"></td>
<td colspan="2" width="37"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Peningkatan arus lalu lintas</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Menimbulkan peningkatan    arus    lalu lintas dikarenakan aktivitas masyarakat ketika berangkat   dan pulang bepergian.</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="2"></td>
<td colspan="2" width="37"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Gangguan keamanan di Masyarakat</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Menimbulkan kegaduhan/kebisingan dapat mengganggu masyarakat sekitar</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="2"></td>
<td colspan="2" width="37"></td>
<td colspan="2" width="142"></td>
<td colspan="2" width="132"><span style="color: #000000;">Timbulan limbah cair</span></td>
<td colspan="2" width="175"><span style="color: #000000;">Menghasilkan limbah cair hasil dari aktivitas  toilet dan kamar mandi. Selain itu terdapat juga limbah cair dari Meat Shop   dan Ruang Berpendingin yang dapat mencemari aliran sungai</span></td>
<td colspan="2" width="122"><span style="color: #000000;">Perlu pengelolaan dan pemantauan</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<hr />
<h2><span style="color: #000000;">UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP SERTA UPAYA <u>PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP</u></span></h2>
<p><span style="color: #000000;">Program pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan berkenaan dengan rencana pembangunan perumahan Fatraland Residence di Kelurahan Karang Pule Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, Kegiatan pembangunan perumahan, akan menimbulkan dampak negatif yang perlu dikurangi seminimal mungkin dan mengembangkan dampak positif yang terjadi maka diperlukan upaya pemantauan hasil pengelolaan dampak kegiatan proyek terhadap lingkungan hidup, disamping untuk memantau sejauh mana terjadi perubahan rona lingkungan dilokasi pembangunan perumahan. Selanjutnya diuraikan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk memantau jenis dan tingkat dampak yang timbul pada setiap tahapan kegiatan, baik pada Tahap Pra Kontruksi, Tahap Konstruksi maupun Tahap Pasca Konstruksi</span></p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Tahap Prakonstruksi</strong></span></h3>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Perizinan</strong></span></li>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Survey Lokasi</strong></span></li>
</ul>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Tahap Konstruksi</strong></span></h3>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Mobilisasi Peralatan dan Pengadaan Material</strong></span></li>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Pengadaan Tenaga Kerja</strong></span></li>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Pekerjaan Pembukaan Lahan</strong></span></li>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Pekerjaan Jalan</strong></span></li>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Pekerjaan Konstruksi Perumahan</strong></span></li>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Pekerjaan Utilitas</strong></span></li>
</ul>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Tahap Pasca Konstruksi</strong></span></h3>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Pemutusan Hubungan Kerja</strong></span></li>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Demobilisasi Peralatan dan Material</strong></span></li>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Oprasional Perumahan</strong></span></li>
</ul>
<hr />
<h2><span style="color: #000000;"><u>REKOMENDASI PENILAIAN KELAYAKAN LIGKUNGAN YANG DILAKUKAN OLEH CV NUANSA GIS KONSULTAN.</u></span></h2>
<table>
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="36"><span style="color: #000000;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">No</span></p>
</td>
<td rowspan="2" width="182">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">Kegiatan Kelayakan</span></p>
</td>
<td colspan="2" width="94">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">Keputusan  Kelayakan</span></p>
</td>
<td style="text-align: center;" rowspan="2" width="234">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">Justifikasi</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" width="45"><span style="color: #000000;">Ya</span></td>
<td width="49">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">Tidak</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="36">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">1</span></p>
</td>
<td width="182"><span style="color: #000000;">Rencana tata ruang sesuai ketentuan peraturan</span><br />
<span style="color: #000000;">perundang-undangan</span></td>
<td width="45">
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">√</span></strong></p>
</td>
<td width="49"></td>
<td width="234"><span style="color: #000000;">1.     Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Mataram sesuai Peraturan Daerah Kota Mataram No. 5 tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Mataram 2011-2031</span></p>
<p><span style="color: #000000;">2.     Berdasarkan surat keterangan rencana Kota no 0082/SKRK/DPUPR/SKBII/2020 tentang keterangan rencana kota dan intensitas pemanfaatan ruang di kelurahan Mataram Timur, kecamatan Mataram, Kota Mataram seluas 1067 m2</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="36">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">2</span></p>
</td>
<td width="182"><span style="color: #000000;">Kebijakan di bidang perlindungan dan pengelolaan</span><br />
<span style="color: #000000;">lingkungan hidup sumber daya alam yang diatur</span><br />
<span style="color: #000000;">dalam peraturan perundang-undangan</span></td>
<td width="45">
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">√</span></strong></p>
</td>
<td width="49"></td>
<td width="234"><span style="color: #000000;">a.     Lokasi dan rencana kegiatan pembangunan Perumahan Fatraland PT. Fatra Nusa Properti tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan sektor: • UU No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang • PP No. 27 Tahun 2012</span><br />
<span style="color: #000000;">Tentang Izin Lingkungan</span><span style="color: #000000;">b.     Lokasi dan rencana kegiatan pembangunan Perumahan Fatraland PT. Fatra Nusa Properti tidak bertentangan dengan peraturan daerah</span><br />
<span style="color: #000000;">• PERDA Kota Mataram No 5 tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Mataram. • PERDA Kota Mataram No.18 Tahun 2011 Tentang Bangunan Gedung.</span><br />
<span style="color: #000000;">• PERBUP Kota Mataram No. 49 Tahun 2012 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembangunan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2011</span><span style="color: #000000;">Berdasarkan hal tersebut maka pembangunan Perumahan Fatraland PT. Fatra Nusa Properti tidak bertentangan dengan kebijakan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta sumber daya alam yang diatur dalam peraturan perundang-undangan</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="36">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">3</span></p>
</td>
<td width="182"><span style="color: #000000;">Kepentingan pertahanan keamanan</span></p>
<p>&nbsp;</td>
<td width="45">
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">√</span></strong></p>
</td>
<td width="49"></td>
<td width="234"><span style="color: #000000;">a.     Rencana kegiatan ini tidak terkait dengan instalasi pertahanan dan keamanan serta tidak mengganggu fungsi pertahanan dan keamanan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">b.     Lokasi rencana kegiatan tidak terletak pada pulau terluar,</span><br />
<span style="color: #000000;">perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain ataupun pada daerah konflik</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Berdasarkan hal tersebut maka pembangunan Perumahan Fatraland PT. Fatra Nusa Properti tidak mengganggu kepentingan pertahanan dan keamanan</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="36">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">4</span></p>
</td>
<td width="182"><span style="color: #000000;">Kemampuan pemrakarsa yang bertanggung jawab</span><br />
<span style="color: #000000;">dalam menanggulangi dampak negative yang akan ditimbulkan dari usaha dan atau kegiatan yang direncanakan</span></td>
<td width="45">
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">√</span></strong></p>
</td>
<td width="49"></td>
<td width="234"><span style="color: #000000;">Pemrakarsa berkomitmen untuk melakukan kegiatan pengelolaan</span><br />
<span style="color: #000000;">dan pemantauan sesuai dengan ketentuan izin lingkungan yang akan</span><br />
<span style="color: #000000;">diterbitkan, melampirkan : Surat Pernyataan Kesanggupan mengelola dan memantau lingkungan BAB VI (6.2) Pemrakarsa berkewajiban melaporkan kegiatannya secara berkala dan sistematis, sehingga pengendalian dampak dapat dipantau dan diawasi</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="36">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">5</span></p>
</td>
<td width="182"><span style="color: #000000;">Rencana usaha dan atau kegiatan tidak mengganggu nilai-nilai social atau pandangan</span><br />
<span style="color: #000000;">masyarakat (emicview)</span></td>
<td width="45">
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">√</span></strong></p>
</td>
<td width="49"></td>
<td width="234"><span style="color: #000000;">a.     Pada dasarnya tidak ada nilai sosial atau pandangan nilai masyarakat (emic view) yang akan terganggu pada daerah dalam Batas Wilayah Studi</span></p>
<p><span style="color: #000000;">b.     Kondisi sosial penduduk di wilayah studi saat pelaksanaan</span><br />
<span style="color: #000000;">konsultasi publik di wilayah Kecamatan Mataram terdapat beberapa persepsi 1) sikap mendukung rencana kegiatan yang dianggap dapat membawa manfaat positif 2) sikap mendukung dengan catatan adanya upaya-upaya untuk mengendalikan dampak negatif yang dapat ditimbulkan selama kegiatan berjalan saat kegiatan konstruksi maupun kegiatan beroperasi.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">c.     Pemrakarsa akan memperhatikan aspek sosial yang tepat sasaran dan sesuai dengan aspirasi yang muncul dari masyarakat</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="36">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">6</span></p>
</td>
<td width="182"><span style="color: #000000;">Rencana Usaha dan atau kegiatan tidak akan</span><br />
<span style="color: #000000;">mempengaruhi dan/atau mengganggu entitas</span><br />
<span style="color: #000000;">ekologis yang merupakan :</span><br />
<span style="color: #000000;">1. Entitas dan/atau species kunci (key</span><br />
<span style="color: #000000;">species)</span><br />
<span style="color: #000000;">2. Memiliki nilai penting secara ekologis</span><br />
<span style="color: #000000;">(ecological importance)</span><br />
<span style="color: #000000;">3. Memiliki nilai penting secara ekonomi</span><br />
<span style="color: #000000;">(economic importance)</span><br />
<span style="color: #000000;">4. Memiliki nilai penting secara ilmiah</span><br />
<span style="color: #000000;">(scientific importance)</span></td>
<td width="45">
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">√</span></strong></p>
</td>
<td width="49"></td>
<td width="234"><span style="color: #000000;">a.     Entitas dan/atau spesies kunci (key species); Pada Batas Wilayah Studi tidak ada entitas dan/atau spesies kunci (key species)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">b.     Memiliki nilai penting secara ekologis (ecological importance);</span><br />
<span style="color: #000000;">Pada Batas Wilayah Studi tidak ada entitas ekologi yang memiliki nilai penting secara ekologis (ecological importance)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">c.     Memiliki nilai penting secara ekonomi (economic importance); dan/atau Pada Batas Wilayah Studi tidak ada entitas ekologi yang memiliki nilai penting secara ekonomi (economic importance)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">d.     Memiliki nilai penting secara  ilmiah (scientific importance). Pada Batas Wilayah Studi tidak ada entitas ekologi yang memiliki nilai penting secara ilmiah (scientific importance)</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="36">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">7</span></p>
</td>
<td width="182"><span style="color: #000000;">Rencana usaha dan/ atau kegiatan tidak</span><br />
<span style="color: #000000;">menimbulkan gangguan terhadapusaha dan/ atau</span><br />
<span style="color: #000000;">kegiatan yang telah berada sekitar di sekitar</span><br />
<span style="color: #000000;">rencana lokasi usaha dan/ atau kegiatan</span></td>
<td width="45">
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">√</span></strong></p>
</td>
<td width="49"></td>
<td width="234"><span style="color: #000000;">Dalam kajian ini sudah dilakukan telaahan terhadap usaha dan/atau</span><br />
<span style="color: #000000;">kegiatan yang telah berada di sekitar rencana lokasi usaha dan/atau kegiatan yaitu:</span><span style="color: #000000;">a.     Rencana kegiatan tidak mengganggu usaha dan/atau kegiatan yang telah ada di sekitar rencana lokasi usaha dan/atau kegiatan</span><span style="color: #000000;">b.     Pemrakarsa berkomitmen bermitra dengan masyarakat terdampak di desa-desa sekitarnya untuk mempertahankan usaha</span><br />
<span style="color: #000000;">dan/atau kegiatan yang telah ada di sekitar rencana lokasi usaha dan/atau kegiatan</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="36">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;">8</span></p>
</td>
<td width="182"><span style="color: #000000;">Tidak dilampauinya daya dukung dan daya</span><br />
<span style="color: #000000;">tampung lingkungan hidup dari lokasi rencana</span><br />
<span style="color: #000000;">usaha dan/ atau kegiatan, dalam hal perhitungan</span><br />
<span style="color: #000000;">dan daya tampung lingkungan dimaksud</span></td>
<td width="45">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>√</strong></span></p>
</td>
<td width="49"></td>
<td width="234"><span style="color: #000000;">a.     Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia, makhluk hidup lain, dan keseimbangan antar keduanya</span></p>
<p><span style="color: #000000;">b.     Daya tampung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi dan/atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya</span></p>
<p><span style="color: #000000;">c.     Dalam kajian ini sudah dilakukan telaahan rona lingkungan hidup yang melingkupi berbagai aspek</span><br />
<span style="color: #000000;">(komponen geofisik-kimia, social ekonomi budaya, kesehatan masyarakat dan transportasi) yang secara tidak langsung dapat menunjukkan daya tampung lingkungan hidup.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color: #000000;">Secara garis besar Pembuatan UKL-UPL untuk usaha atau kegiatan pembangunan masih perlu dilakukan di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.  Sehingga untuk Wilayah yang ingin melakukan kegiatan serupa dapat menghubungi kami <strong>CV. NUANSA GIS KONSULTAN</strong> yang tertera pada kontak di website ini.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/ukl-upl-usaha-dan-atau-kegiatan-pembangunan-dan-operasional-perumahan-fatraland-residence/">UKL UPL USAHA DAN ATAU KEGIATAN PEMBANGUNAN DAN OPERASIONAL PERUMAHAN FATRALAND RESIDENCE</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4257</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ID.176 FEASIBILITY STUDY PEMBANGUNAN SENTRA INDUSTRI ROKOK DESA NUSA JAYA</title>
		<link>https://nuansagiskonsultan.com/id-176-feasibility-study-pembangunan-sentra-industri-rokok-desa-nusa-jaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Dec 2023 02:45:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[PORTOFOLIO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuansagiskonsultan.com/?p=3767</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nomor ID : 176 Nama Kontrak : FEASIBILITY STUDY PEMBANGUNAN SENTRA INDUSTRI ROKOK DESA NUSA JAYA Lokasi : Desa Nusa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/id-176-feasibility-study-pembangunan-sentra-industri-rokok-desa-nusa-jaya/">ID.176 FEASIBILITY STUDY PEMBANGUNAN SENTRA INDUSTRI ROKOK DESA NUSA JAYA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="3767" class="elementor elementor-3767">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-68ead7ba elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="68ead7ba" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5021bbcf" data-id="5021bbcf" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-54150b8d elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="54150b8d" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p>Nomor ID : 176</p><p>Nama Kontrak : FEASIBILITY STUDY PEMBANGUNAN SENTRA INDUSTRI ROKOK DESA NUSA JAYA</p><p>Lokasi : Desa Nusa Jaya &#8211; Kec. Manggalewa &#8211; Kab. Dompu</p><p>Kategori Kegiatan : Jasa Konsultansi Badan Usaha Kontruksi</p><p>Sub Klasifikasi : Jasa Konsultansi Lingkungan</p><p>Nama Instansi : Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) Kab. Dompu</p><p>Alamat Instansi : Jalan Bhayangkara Kec. Dompu  &#8211; Dompu, 84213</p><p>SPK Mulai : &#8211;</p><p>SPK Selesai : &#8211;</p><p>Lingkup Kegiatan : &#8211;</p>								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/id-176-feasibility-study-pembangunan-sentra-industri-rokok-desa-nusa-jaya/">ID.176 FEASIBILITY STUDY PEMBANGUNAN SENTRA INDUSTRI ROKOK DESA NUSA JAYA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3767</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ID.173 DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED)  SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) ZONA BARAT</title>
		<link>https://nuansagiskonsultan.com/id-173-detail-engineering-design-ded-sistem-penyediaan-air-minum-spam-zona-barat/</link>
					<comments>https://nuansagiskonsultan.com/id-173-detail-engineering-design-ded-sistem-penyediaan-air-minum-spam-zona-barat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Dec 2023 20:45:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[PERENCANAAN DED]]></category>
		<category><![CDATA[PORTOFOLIO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuansagiskonsultan.com/?p=3746</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nomor ID : 173 Nama Kontrak : DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED)  SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) ZONA BARAT Lokasi : Kec. Batukliang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/id-173-detail-engineering-design-ded-sistem-penyediaan-air-minum-spam-zona-barat/">ID.173 DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED)  SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) ZONA BARAT</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="3746" class="elementor elementor-3746">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-6cdb9b2b elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="6cdb9b2b" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-59c32177" data-id="59c32177" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-19f8fa0e elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="19f8fa0e" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p>Nomor ID : 173</p><p>Nama Kontrak : DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED)  SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) ZONA BARAT</p><p><span style="color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-text-font-family ), Sans-serif; font-weight: var( --e-global-typography-text-font-weight );">Lokasi : </span>Kec. Batukliang Utara &#8211; Pringgarata &#8211; Jonggat &#8211; Praya Barat Daya</p><p>Kategori Kegiatan : Jasa Konsultansi Badan Usaha Kontruksi</p><p>Sub Klasifikasi : Jasa Rekayasa Pekerjaan Teknik Sipil Sumber Daya Air, <span style="color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-text-font-family ), Sans-serif; font-weight: var( --e-global-typography-text-font-weight );">Jasa Konsultansi Lingkungan</span></p><p>Nama Instansi : Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS NT1) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air</p><p>Alamat Instansi : Perusahaan Umum Air Minum Daerah Tirta Ardhia Rinjani (PERUMDA) Kab. Lombok Tengah</p><p>SPK Mulai : 10 April 2023</p><p><span style="color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-text-font-family ), Sans-serif; font-weight: var( --e-global-typography-text-font-weight );">SPK Selesai : </span><span style="color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-text-font-family ), Sans-serif; font-weight: var( --e-global-typography-text-font-weight );">08 Agustus 2023</span></p><div><span style="color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-text-font-family ), Sans-serif; font-weight: var( --e-global-typography-text-font-weight );">Lingkup Kegiatan : </span></div><div><div> </div><div>Penyiapan Perencanaan Rinci (Detail Engineering Design) sebagai pedoman/panduan kerja dalam pelaksanaan pekerjaan fisik nantinya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) zona Barat</div><div> </div><div>1. Melakukan koordinasi dan persiapan pelaksanaan kegiatan.</div><div>2. Perhitungan kebutuhan air</div><div>3. Survei dan pengkajian</div><div>4. Perencanaan Teknis Unit Air Baku</div><div>5. Perencanaan Teknis Unit Produksi</div><div>6. Perencanaan Teknis Unit Distribusi</div><div>7. Perencanaan Bangunan Penunjang</div><div>8. Perencanaan Bangunan Pelengkap</div><div>9. Penyusunan Gambar Teknis</div><div>10. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya</div><div>11. Penyusunan Spesifikasi Teknis</div><div>12. Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Kegiatan</div></div>								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/id-173-detail-engineering-design-ded-sistem-penyediaan-air-minum-spam-zona-barat/">ID.173 DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED)  SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) ZONA BARAT</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuansagiskonsultan.com/id-173-detail-engineering-design-ded-sistem-penyediaan-air-minum-spam-zona-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3746</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ID.162 STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN SPAM ZONA BARAT MATA AIR CERORONG DAN DANAU BIRU KABUPATEN LOMBOK TENGAH</title>
		<link>https://nuansagiskonsultan.com/id-162-studi-kelayakan-pengembangan-spam-zona-barat-mata-air-cerorong-dan-danau-biru-kabupaten-lombok-tengah/</link>
					<comments>https://nuansagiskonsultan.com/id-162-studi-kelayakan-pengembangan-spam-zona-barat-mata-air-cerorong-dan-danau-biru-kabupaten-lombok-tengah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Dec 2023 11:38:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[PERENCANAAN DED]]></category>
		<category><![CDATA[PORTOFOLIO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuansagiskonsultan.com/?p=3641</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nomor ID : 162 Nama Kontrak : STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN SPAM ZONA BARAT MATA AIR CERORONG DAN DANAU BIRU KABUPATEN [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/id-162-studi-kelayakan-pengembangan-spam-zona-barat-mata-air-cerorong-dan-danau-biru-kabupaten-lombok-tengah/">ID.162 STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN SPAM ZONA BARAT MATA AIR CERORONG DAN DANAU BIRU KABUPATEN LOMBOK TENGAH</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="3641" class="elementor elementor-3641">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-4cc7a1a elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="4cc7a1a" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-9a944d6" data-id="9a944d6" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-591928c elementor-widget elementor-widget-image" data-id="591928c" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
															<img loading="lazy" decoding="async" width="200" height="200" src="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2023/12/no-image-icon-23494.png" class="attachment-large size-large wp-image-3573" alt="" srcset="https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2023/12/no-image-icon-23494.png 200w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2023/12/no-image-icon-23494-100x100.png 100w, https://nuansagiskonsultan.com/wp-content/uploads/2023/12/no-image-icon-23494-150x150.png 150w" sizes="(max-width: 200px) 100vw, 200px" />															</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-84681a3 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="84681a3" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-1c6f3b9" data-id="1c6f3b9" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-80281fe elementor-widget__width-initial elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="80281fe" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p>Nomor ID : 162</p>
<p>Nama Kontrak : STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN SPAM ZONA BARAT MATA AIR CERORONG DAN DANAU BIRU KABUPATEN LOMBOK TENGAH&nbsp;</p>
<p>Lokasi : Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah</p>
<p>Kategori Kegiatan : Jasa Konsultansi Badan Usaha Kontruksi</p>
<p>Sub Klasifikasi :&nbsp;Jasa Rekayasa Pekerjaan Teknik Sipil Sumber Daya Air,&nbsp;<span style="color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-text-font-family ), Sans-serif; font-weight: var( --e-global-typography-text-font-weight );">Jasa Konsultansi Lingkungan</span></p>
<p>Nama Instansi :&nbsp;Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah (PDAM Tirta Ardhia Rinjani)</p>
<p>Alamat Instansi : Jl. Ahmad Yani No.11 Praya, Lombok Tengah</p>
<p>SPK Mulai : 26 September 2022&nbsp;</p>
<p>SPK Selesai :&nbsp;<span style="color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-text-font-family ), Sans-serif; font-weight: var( --e-global-typography-text-font-weight );">25 Desember 2022</span></p>
<p>Lingkup Kegiatan :&nbsp;</p><p>a. Melakukan koordinasi dan persiapan pelaksanaan kegiatan.</p><p>b. Melakukan Pengkajian Aspek Teknologis.</p><p>C. Melakukan Pengkajian Aspek Lingkungan</p><p>d. Melakukan Pengkajian Aspek Sosial, Budaya, dan Ekonomi</p><p>e. Melakukan Pengkajian Aspek Hukum dan Kelembagaan</p><p>f. Melakukan Pengkajian Aspek Finansial</p><p>g. Melakukan Pengkajian&nbsp; Aspek Risiko dan Mitigasi</p>								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/id-162-studi-kelayakan-pengembangan-spam-zona-barat-mata-air-cerorong-dan-danau-biru-kabupaten-lombok-tengah/">ID.162 STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN SPAM ZONA BARAT MATA AIR CERORONG DAN DANAU BIRU KABUPATEN LOMBOK TENGAH</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuansagiskonsultan.com/id-162-studi-kelayakan-pengembangan-spam-zona-barat-mata-air-cerorong-dan-danau-biru-kabupaten-lombok-tengah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3641</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ID.155 FS (STUDY KELAYAKAN) PENGEMBANGAN WISATA KULINER BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL KELAUTAN DAN PERIKANAN</title>
		<link>https://nuansagiskonsultan.com/id-155-fs-study-kelayakan-pengembangan-wisata-kuliner-berbasis-sumber-daya-lokal-kelautan-dan-perikanan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2023 02:33:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[PORTOFOLIO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuansagiskonsultan.com/?p=3066</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nomor ID : 155 Nama Kontrak : FS (Study Kelayakan) Pengembangan Wisata Kuliner Berbasis Sumber Daya Lokal Kelautan dan Perikanan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/id-155-fs-study-kelayakan-pengembangan-wisata-kuliner-berbasis-sumber-daya-lokal-kelautan-dan-perikanan/">ID.155 FS (STUDY KELAYAKAN) PENGEMBANGAN WISATA KULINER BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL KELAUTAN DAN PERIKANAN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Nomor ID : 155</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Nama Kontrak : FS (Study Kelayakan) Pengembangan Wisata Kuliner Berbasis Sumber Daya Lokal Kelautan dan Perikanan</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Lokasi : Desa Mbawi, Kec. Dompu <span class="fontstyle0"> </span>&#8211; Kab. Dompu</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kategori Kegiatan : Jasa Konsultansi Badan Usaha Kontruksi</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sub Klasifikasi : Studi Kelayakan &amp; Studi Mikro Lainnya, Jasa Penelitian, dan Jasa Bantuan Teknik</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Nama Instansi : Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kab. Dompu</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Alamat Instansi : Jl. Diponegoro No. 07, Kel. Monta Baru, Kec. Woja, Kab. Dompu, Prov. Nusa Tenggara Barat</span></p>
<p><span style="color: #000000;">SPK Mulai : 31 Maret 2022</span></p>
<p><span style="color: #000000;">SPK Selesai : 29 Juni 2022</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Lingkup Kegiatan : Menyusun dokumen FS (Study Kelayakan) Pengembangan Wisata Kuliner Berbasis Sumber Daya Lokal Kelautan Mbawi Kabupaten Dompu<br />
</span></p>
<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/id-155-fs-study-kelayakan-pengembangan-wisata-kuliner-berbasis-sumber-daya-lokal-kelautan-dan-perikanan/">ID.155 FS (STUDY KELAYAKAN) PENGEMBANGAN WISATA KULINER BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL KELAUTAN DAN PERIKANAN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3066</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ID.122 UKL UPL USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PEMBANGUNAN DAN OPERASIONAL PERUMAHAN FATRALAND RESIDENCE</title>
		<link>https://nuansagiskonsultan.com/id-122-ukl-upl-usaha-dan-atau-kegiatan-pembangunan-dan-operasional-perumahan-fatraland-residence/</link>
					<comments>https://nuansagiskonsultan.com/id-122-ukl-upl-usaha-dan-atau-kegiatan-pembangunan-dan-operasional-perumahan-fatraland-residence/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2023 06:30:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[PORTOFOLIO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuansagiskonsultan.com/?p=2954</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nomor ID : 122 Nama Kontrak : UKL-UPL PT. Fatra Nusa Property Lokasi : Kota Mataram Kategori Kegiatan : Jasa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/id-122-ukl-upl-usaha-dan-atau-kegiatan-pembangunan-dan-operasional-perumahan-fatraland-residence/">ID.122 UKL UPL USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PEMBANGUNAN DAN OPERASIONAL PERUMAHAN FATRALAND RESIDENCE</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Nomor ID : 122</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Nama Kontrak : UKL-UPL PT. Fatra Nusa Property</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Lokasi : Kota Mataram</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kategori Kegiatan : Jasa Konsultansi Badan Usaha Kontruksi</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sub Klasifikasi : Jasa Konsultansi Lingkungan</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Nama Instansi : PT. Fatra Nusa Property</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Alamat Instansi : Jl. Lingkar Selatan, Komplek Perumahan Lingkar Harmoni, Ruko No. 1, Mataram</span></p>
<p><span style="color: #000000;">SPK Mulai : 1 Februari 2020</span></p>
<p><span style="color: #000000;">SPK Selesai : 14 Mei 2020</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Lingkup Kegiatan : Menyusun Dokumen UKL UPL untuk PT. Fatra Nusa Property sebagai salah satu syarat perizinan legalitas badan usaha.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/id-122-ukl-upl-usaha-dan-atau-kegiatan-pembangunan-dan-operasional-perumahan-fatraland-residence/">ID.122 UKL UPL USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PEMBANGUNAN DAN OPERASIONAL PERUMAHAN FATRALAND RESIDENCE</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuansagiskonsultan.com/id-122-ukl-upl-usaha-dan-atau-kegiatan-pembangunan-dan-operasional-perumahan-fatraland-residence/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2954</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ID.087 DOKUMEN UKL-UPL PT. LOMBOK KULINA UTAMA</title>
		<link>https://nuansagiskonsultan.com/id-087-dokumen-ukl-upl-pt-lombok-kulina-utama/</link>
					<comments>https://nuansagiskonsultan.com/id-087-dokumen-ukl-upl-pt-lombok-kulina-utama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2023 07:04:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[PORTOFOLIO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuansagiskonsultan.com/?p=2916</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nomor ID : 87 Nama Kontrak : UKL UPL PT. Lombok Kulina Lokasi : Kota Mataram Kategori Kegiatan : Jasa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/id-087-dokumen-ukl-upl-pt-lombok-kulina-utama/">ID.087 DOKUMEN UKL-UPL PT. LOMBOK KULINA UTAMA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;">Nomor ID : 87</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Nama Kontrak : UKL UPL PT. Lombok Kulina</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Lokasi : Kota Mataram</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kategori Kegiatan : Jasa Konsultansi Badan Usaha Kontruksi</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sub Klasifikasi : Jasa Konsultansi Lingkungan</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Nama Instansi : Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Alamat Instansi : Jl. Sandubaya No.88, Bertais, Sandubaya, Kota Mataram</span></p>
<p><span style="color: #000000;">SPK Mulai : 2 September 2019</span></p>
<p><span style="color: #000000;">SPK Selesai : 4 November 2019</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Lingkup Kegiatan : Menyusun Dokumen UKL UPL untuk PT. Lombok Kulina sebagai salah satu syarat perizinan legalitas badan usaha.</span></p>
<p>Artikel <a href="https://nuansagiskonsultan.com/id-087-dokumen-ukl-upl-pt-lombok-kulina-utama/">ID.087 DOKUMEN UKL-UPL PT. LOMBOK KULINA UTAMA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://nuansagiskonsultan.com">NUANSA GIS KONSULTAN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuansagiskonsultan.com/id-087-dokumen-ukl-upl-pt-lombok-kulina-utama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2916</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 0/369 objects using Memcache
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Disk (Request-wide modification query)

Served from: nuansagiskonsultan.com @ 2026-09-30 16:19:14 by W3 Total Cache
-->