Pentingnya Literasi Digital dalam Era Society 5.0: Mengelola Informasi dan Meminimalisir HOAX

Perkembangan teknologi informasi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, ditandai dengan munculnya era Society 5.0. Era ini menuntut terciptanya masyarakat yang intelektual, cerdas, manusiawi, serta mampu berpikir kritis dan kolaboratif dalam memecahkan berbagai permasalahan. Masyarakat di era Society 5.0 dituntut untuk bekerja secara cerdas, mengoptimalkan kreativitas, dan menghasilkan inovasi guna menghadapi tantangan zaman.

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi faktor kunci dalam mewujudkan masyarakat yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Kehidupan masyarakat kini semakin terintegrasi dengan berbagai teknologi informasi, sehingga menuntut kemampuan untuk mengikuti perkembangan peradaban digital. Kecepatan perubahan ini semakin terasa akibat pandemi COVID-19, yang mempercepat transisi masyarakat dari aktivitas fisik ke aktivitas digital.

Era Society 5.0 mengintegrasikan ruang fisik dan maya (cyberspace) untuk mempermudah berbagai aktivitas masyarakat. Teknologi informasi menjadi sarana utama dalam komunikasi, interaksi, dan akses informasi tanpa batasan ruang dan waktu. Contoh nyata adalah smartphone, yang memungkinkan masyarakat memperoleh dan membagikan informasi dengan cepat, efektif, dan efisien.

Namun, kemudahan ini juga menimbulkan tantangan. Informasi yang tersebar di dunia maya tidak selalu akurat. Berita palsu atau HOAX dapat menyebar dengan cepat dan memengaruhi psikologis, perilaku, serta keputusan masyarakat. HOAX dapat menimbulkan kerugian materiil maupun non-materiil, baik bagi individu maupun kelompok. Misalnya, pada masa pandemi COVID-19, muncul berbagai HOAX terkait vaksinasi yang menimbulkan keraguan dan penolakan terhadap program pemerintah.

Data dari Katadata Insight Center (KIC) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tahun 2021 menunjukkan bahwa masih terdapat 11,9% masyarakat yang menyebarkan berita palsu. Hal ini menegaskan perlunya peningkatan literasi digital di tengah masyarakat.

Literasi digital dapat dipahami sebagai kemampuan masyarakat menggunakan teknologi informasi secara bijak, termasuk dalam menilai dan menyaring informasi. Beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Waspada terhadap judul provokatif: Jangan langsung percaya hanya berdasarkan judul; verifikasi isi konten secara menyeluruh.
  2. Periksa sumber informasi: Pastikan informasi berasal dari situs dan lembaga yang kredibel.
  3. Cek fakta dan gambar: Bandingkan informasi dari berbagai sumber untuk memastikan kebenarannya.

Peningkatan literasi digital akan menjadi tameng bagi masyarakat dari penyebaran HOAX. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat memilah informasi secara tepat, memanfaatkan teknologi informasi dengan optimal, dan mengurangi dampak negatif informasi palsu.

Seiring hadirnya berbagai inovasi teknologi dalam era Society 5.0, literasi digital menjadi keterampilan krusial yang harus dimiliki. Masyarakat yang melek digital akan lebih siap menghadapi gempuran informasi, memaksimalkan potensi teknologi, dan berkontribusi positif dalam pembangunan masyarakat yang cerdas, kolaboratif, dan manusiawi.

Author:
Pemetaan - Web GIS - Database - Pilot Drone