UPDATING INFORMASI GEO SPASIAL TEMATIK 3 DI TELAGE, DAO DAN PELAPAK TAHUN 2019

Mataram, CV. NUANSA GIS KONSULTAN – Berdasarkan Surat Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 610/ 3203/ Bangda, pada Tanggal 1 Agustus 2017 dalam hal penyusunan One Map IGT Daerah Irigasi dan Lahan Sawah Beririgasi diinstruksikan agar dilakukan percepatan dalam membuat One Map IGT Daerah Irigasi guna mendukung ketahanan pangan Nasional. Dalam Surat Kemendagri tersebut, di tuliskan bahwa IGT Daerah Irigasi yang di buat sejak tahun 2017 lalu ditargetkan selesai pada Agustus 2018 di seluruh indonesia, kecuali di Wilayah DKI. Namun hingga pertengahan tahun 2019, untuk Daerah Irigasi Kewenangan Kabupaten Lombok Tengah, baru menyelesaikan IGT D.I Sidemen dan D.I. Batu Bokah yang bisa di akses secara online melalui teknologi WEB GIS.

Pada tahun 2018, telah dilakukan penelusuran jaringan untuk D.I. Telage, D.I. Dao dan D.I. Pelapak. Namun kegiatan tersebut belum dilakukan proses lanjutan untuk proses IGT Daerah irigasi sesuai dengan kaidah Sistem Informasi Geografis (SIG).

Dalam rangka mendukung percepatan IGT Daerah Irigasi di Kewenangan Kabupaten Lombok Tengah, maka CV. Nuansa GIS Konsultan berkontrak dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah  (BAPPEDA) Kab. Lombok Tengah pada tahun 2019 untuk  dilakukan lanjutan kegiatan pemetaan IGT Daerah Irigasi yang telah di tetapkan yaitu D.I. Telage, D.I. Dao dan D.I. Pelapak.

Adanya kegiatan IGT Daerah Irigasi ini, diharapkan terdatanya Wilayah Daerah Irigasi, Jumlah Luas D.I. Baku, Fungsional dan Potensial serta terbangunnya sistem informasi database web gis untuk data; Jaringan Irigasi, Bangunan Irigasi, dan juga dapat diketahui kondisi dari bangunan dan aset irigasi tersebut.

 

KONDISI LAHAN PERTANIAN DI (DAERAH IRIGASI) LENDANG TELAGE, DAO, & PELAPAK – KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Dalam hal ini CV. Nuansa GIS Konsultan melakukan identifikasi  daerah irigasi wilayah kewenangan Kabupaten Lombok Tengah,  terdapat beberapa wilayah kewenangan yang diantaranya yaitu DI. Dao berada di Kecamatan Kopang  dan DI. Lendang Telage berada di Kecamatan Kopang, serta DI. Pelapak yang berada di Kecamatan Janapria – Kabupaten Lombok Tengah. Untuk kondisi kemiringan lereng yang berada pada daerah irigasi tersebut berada pada dataran cukup landai dan agak curam tepatnya di DI. Pelapak dengan elevati mencapai 0 – 5 % sedangkan DI. Dao, dan DI. Lendang Telagememiliki kelerengan mencapai 0-15%. Dari keseluruhan Daerah Irigasi yang berada pada Kewenangan Kabupaten tersebut memiliki potensi utama yaitu pada sektor  pertanian, dengan jenis  lahan pertanian irigasi teknis dan irigasi non teknis.

Tabel 1. Luas Wilayah Kecamatan Berdasarkan Deleniasi Daerah Irigasi Kewenangan Kabupaten Lombok Tengah

No. Nama DI. (Daerah Irigasi) Kecamatan Luas (Km2)
1 DI. Dao Batukliang 50,37
2 DI Lendang Telage Kopang 61,66
3 DI Pelapak Janapria 69,05

Sumber  : Kabupaten Dalam Angka 2018

 

Tabel 2. Luas Lahan Sawah dan Jenis Pengairan Bagian Wilayah Kewenangan Kabupaten Lombok Tengah

No. Kecamatan Irigasi Non Irigasi Jumlah
1 Batukliang 1.904 458 2.362
2 Kopang 2.883 314 3.197
3 Janapria 4.279 1.795 6.074
Jumlah 9.066 2.567 11.633

Sumber  : Kabupaten Dalam Angka 2018

 

 

Berdasarkan tabel diatas di ketahui bahwa jumlah total dari panjang pengairan daerah irigasi yang berada pada 3 Kecamatan yang berada pada kewenangan Kabupaten mencapai 9.066 m, beserta panjang daerah pengairan daerah non irigasi hanya mencapai 2.567 m.  Dengan melihat jumlah Kecamatan yang memiliki daerah irigasi masing – masing di Kabupaten Lombok Tengah, maka kecamatan yang memiliki jumlah daerah irigasi teknis terbanyak berada di Kecamatan Janapria, mengingat Kecamatan Janapria sebagaian besar pemanfaatan lahan sebagai lahan pertanian. Sedangkan untuk sistem pengairan non irigasi terbanyak berada di Kecamatan Janapria – Kabupaten Lombok Tengah.

 

KONDISI DELENIASI SALURAN IRIGASI

Dalam deleniasi daerah irigasi pertanian yang berada di kewenangan Kabupten Lombok Tengah, berdasarakan dalam batas fisik adminsitrasi Kecamatan dan desa dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3. Deleniasi DI. Dao, DI. Lengang Telage, dan DI. Pelapak – Kabupaten Lombok Tengah Berdasarkan wilayah Administrasi

No. Nama DI. (Daerah Irigasi) Kecamatan Desa
1 DI. Dao Batukliang Peresak
Bujak
Mas – Mas
2 DI. Lendang Telaga Kopang Waje Geseng
3 DI. Pelapak Janapria Lekor

Sumber  : Analisis Olahan data SIG 2019

Berdasarkan tabel diatas, ke-3 (tiga) daerah irigasi  kewenangan Kabupaten Lombok Tengah merupakan daerah irigasi yang berada pada 5 desa. Untuk ke 3 (tiga) deleniasi saluran irigasi pertanian dimulai dari Bendung Daerah Irigasi, menyusuri setiap sungai dan menyusuri saluran primer – saluran sekunder – saluran tersier, serta menyusuri setiap bangunan irigasi.

Untuk ke-3 (tiga) daerah irigasi tersebut berada pada 3 Kecamatan dengan kondisi kelerengan Cukup landai dan berada pada kawasan perbukitan. Dengan kelerengan yang cukup landai dan perbukitan, ke 3 Kecamatan tersebut memiliki potensi sebagai lahan pertanian. Luas areal pertanian yang masuk dalam 3 kecamatan pada deleniasi 3 (tiga) daerah irigasi yaitu 9,066 Ha. Jenis tanah di lahan pertanian di dominasi oleh jenis tanah regosol yang memiliki tingkat kesuburan tinggi. Tanah regsol memiliki struktur berbutir kasar dan berasal dari material gunung api. Sehingga sangat cocok untuk lahan pertanian khususnya tanaman padi, kelapa, tebu, palawija, tembakau, dan sayuran.

Tabel 4. Luas Lahan Pertanian Berdasrkan per Kecamatan

No. Kecamatan Luas Lahan Pertanian
1 Batukliang 1.968
2 Kopang 1.437
3 Janapria 124
Total 3.529

Sumber :Kabupaten  Dalam Angka 2018

Dalam kondisi pertanian di 3 Kecamatan dalam kewenangan Kabupaten Lombok Tengah tepatnya berada di sekitar 3 (tiga) daerah irigasi, terkait sumber air irigasi mengandalkan sepenuhnya dari 3 (tiga)  daerah irigasi. Untuk 3 Kecamatan memiliki sarana irigasi, berupa luas yang diari dari saluran irigasi mencapai 9.066 ha, dan non irigasi mencapai 2.567 ha. Debit air tersedia pada musim tanam 435 m3 /detik, dan musim tanam ke 1100 m3 /detik.

 

KONDISI DELENIASI BANGUNAN IRIGASI PERTANIAN

Berdasarakan hasil verifikasi peta dengan kondisi di lapangan ditemukan bahwa jumlah bangunan irigasi yang beradai di 3 (tiga) DI. Dao, DI. Lengang Telage, dan DI. Pelapak –  Kabupten Lombok Tengah mencapai 131 buah jenis bangunan irigasi dengan jumlah pintu mencapai 61 pintu irigasi, yang diantaranya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5. Jumlah Pintu Bangunan Irigasi Pada 3 (Tiga) Daerah Irigasi

No. Nama DI Pintu Bangunan Irigasi
1 DI Dao 37
2 DI Lendang Telaga 13
3 DI Pelapak 11
Jumlah 61

      Sumber : Hasil Survei dan Analisis GIS Tahun 2018

Untuk jenis bangunan irigasi yang berada di 3 (tiga) DI. Dao, DI. Lengang Telage, dan DI. Pelapak –  Kabupaten Lombok Tengah berdasarkan fungsi yang dimiliki pada jenis – jenis saluran irigasi yaitu bangunan bagi, bangunan bagi sadap, bangunan sadap (BS), dan bangunan pelengkap, bangunan tersebut berfungsi untuk mengalirkan air antara jaringan primer – sekunder – tersier. Untuk pengelompokan bangunan irigasi yang berada di 3 (tiga) DI. Dao, DI. Lengang Telage, dan DI. Pelapak –  Kabupaten Lombok Tengah di bagi menjadi beberapa tipe bangunan utama yang diantaranya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 6. Jenis dan Jumlah Bangunan Irigasi Pada 3 (Tiga) Daerah Irigasi

No Jenis Bangunan Jumlah Kondisi
DI. DAO
1 Bangunan utama 1 Baik
2 Bangunan Pengambilan (Dam) 4 Baik
3 Alat Ukur Debit 1 Rusak Sedang
4 Peil Scale 1 Rusak Sedang
5 Bangunan Bagi 2 Rusak Sedang
6 Bangunan Sadap 25 Rusak Sedang
7 Bangunan Bagi Sadap 29 Rusak Sedang
8 Bangunan Pelimpah Samping 6 Rusak Ringan
9 Jembatan 12 Rusak Ringan
10 Gorong – Gorong 12 Baik
11 Pintu Type A 3 Rusak Ringan
12 Pintu Type B 1 Rusak Ringan
13 Pintu Type C 7 Rusak Berat
14 Rumah POB 1 Baik
No Jenis Bangunan Jumlah Kondisi
DI.Lendang Telaga
1 Embung 1 Baik
2 Bendung 1 Baik
3 Banguna Penguras 2 Rusak Sedang
4 Alat Ukur Debit 1 Rusak Sedang
5 Bangunan Bagi Sadap 4 Rusak Sedang
6 Bangunan Sadap 6 Rusak Sedang
7 Pintu Pengambil Primer 1 Rusak Sedang
8 Rumah Jaga 1 Rusak Ringan
9 Telaga 1 Rusak Ringan
No Jenis Bangunan Jumlah Kondisi
DI. Pelapak
1 Bangunan Bagi 1 Baik
2 Bangunan Bagi Sadap 3 Rusak Sedang
3 Bangunan Pembuang 1 Baik
4 Bangunan Penguras 1 Baik
5 Pintu Pengambil Primer 1 Baik

Sumber : Hasil Survei dan Analisis GIS Tahun 2018

 

Untuk kondisi bangunan di 3 (tiga) daerah irigasi  kewenangan Kabupaten Lombok Tengah teerdapat beberapa titik kerusakan, kerusakan yang dialami karena terbawanya oleh arus air yang deras, dan terdapat beberapa pintu bangunan irigasi yang tersumbat dikarenakan sampah yang menumpuk.

 

KONDISI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) DI KAWASAN DI. KEWENANGAN KABUPATEN

Daerah aliran sungai memiliki peranan penting dalam mengaliri air yang di sebabkan oleh mata air maupun air hujan, untuk Daerah Aliran Sungai yang melalui 3 (tiga) DI. Dao, DI. Lengang Telage, dan DI. Pelapak – Kabupaten Lombok Tengah terdapat beberapa aliran yang di lalui yang di antarannya yaitu sungai Kokoq Lendang telaga, Kokok Aiq Gering, Kokok Surabaya, Kokoq Tiburapuh, dan Kali Tundaq . Untuk kondisi DAS yang berada di kawasan 3 (tiga) Daerah Irigasi tersebut memiliki debit aliran air yang cukup baik, mengingat kondisi curah hujan yang mencapai 160 mm. Berikut tabel mengenai kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kawasan 3 (tiga) Daerah Irigasi.

Tabel 7. Kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS)  di Kawasan Deleniasi DI Dao

No. Nama Sungai Panjang (m) Koordinat
x y
1 KOKOK LENDANGTELAGA 44.75 116.34348 -8.61475
2 KOKOK LENDANGTELAGA 1371.91 116.34310 -8.61489
3 KOKOK LENDANGTELAGA 214.85 116.34698 -8.62594
4 KOKOK LENDANGTELAGA 732.79 116.34171 -8.62326
5 KOKOK AIQGERING 3948.26 116.34087 -8.60746
6 KOKOK AIQGERING 554.50 116.33672 -8.63086
Total Jumlah 6867.06    

 Sumber : Hasil Survei dan Analisis GIS Tahun 2019

Tabel 8. Kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kawasan Deleniasi DI. Lendang Telage

No. Nama Sungai Panjang (m) Koordinat
x y
1 KOKOK LENDANGTELAGA 640.23 116.36819 -8.57918
2 KOKOK LENDANGTELAGA 168.40 116.36941 -8.57788
3 KOKOK LENDANGTELAGA 915.35 116.37019 -8.56938
Total Jumlah 1723.99    

 Sumber : Hasil Survei dan Analisis GIS Tahun 2019

Tabel 9. Kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kawasan Deleniasi DI. Pelapak

No. Nama Sungai Panjang (m) Koordinat
x y
1 KOKOK TIBURAPUH 68.35 116.42987 -8.72749
2 KOKOK TIBURAPUH 497.69 116.43632 -8.72893
3 KOKOK TIBURAPUH 109.17 116.44256 -8.73572
4 KALI TUNDAK 215.94 116.44382 -8.73595
5 KALI TUNDAK 661.37 116.44831 -8.74116
6 KALI TUNDAK 527.73 116.44847 -8.74573
7 KALI TUNDAK 457.25 116.44481 -8.73797
Total Jumlah 2537.50    

 Sumber : Hasil Survei dan Analisis GIS Tahun 2019

 

PEMANFAATAN IRIGASI TERHADAP DAERAH BAKU LAHAN PERTANIAN DI KAWASAN DELENIASI

Setiap hasil panen dihasilkan seorang petani yang berada di sekitar 3 (tiga) daerah irigasi  kewenangan Kabupaten Lombok Tengah rata-rata mencapai 85% sekali panen dalam 4-6 bulan, dengan pola tanam yang dominan di hasilkan yaitu untuk DI. Dao dan DI. Lendang Telage yaitu padi, Palawija Cabai, dan jagung, sedangkan untuk DI Pelapak lebih dominan yaitu padi dan Palwija. Hasil panen tersebut sudah maksimal jika didukung oleh saluran irigasi yang baik, dari hasil panen tidak mencapai 100%, karena pengaruh cuaca yang tidak menentu ataupun pengaruh bibit yang kurang baik. Namun jika saluran irigasi tidak berfungsi, panen yang dihasilkan hanya sekitar 40 – 50 %.

Dalam mengairi sawah atau lahan pertanian para petani yang berada di bagian Kabupaten Lombok Tengah terutama pada 3 (tiga) Daerah Irigasi biasanya dengan cara membendung parit-parit lalu menyalurkan ke lahan serta melakukan pengeboran air tanah. Namun cara tersebut sangatlah melelahkan dan ditambah lagi jika pada musim kemarau, maka cara tersebut sangat dibutuhkan dalam mengairi lahan pertanian.

Pemanfaatan saluran irigasi terhadap lahan pertanian di tinjau dari fungsinya yaitu pada daerah irigasi fungsional dan daerah irigasi potensil. Luasan baku yang dimiliki oleh  3 (tiga) daerah irigasi  kewenangan Kabupaten Lombok Tengah mencapai 1.016,48 ha, jumlah lahan baku tersebut berdasarkan pada total luasan lahan pertanian, dan sisa dari luasan lahan pada kawasan Deleniasi 3 (tiga) daerah irigasi pada lahan persawahan yang belum terbangun jaringan irigasi, sedangkan untuk luasan lahan yang tidak dapat diairi mencapai 248,84 ha, dengan pemanfaatan lahan yang tidak dapat diairi seprti permukiman, dan lapangan.  Untuk lebih jelasnya terkait luasan daerah irigasi berdasarkan pemanfaatan lahan di kawasan deleniasi Daerah Irigasi dapat dilihat pada tabel dan peta di bawah ini.

Tabel 10. Jumlah luas lahan baku di 3 (tiga) Daerah Irigasi

Luas Baku DI Dao
No. Sub Unsur Luas (Ha)
1 Area Sawah Fungsional 366,27
2 Area Potensial 134,23
3 Area Tidak Dapat Diairi 181,80
Luasan Baku 500,50
Luas Baku DI Lendang Telage
No. Sub Unsur Luas (Ha)
1 Area Sawah Fungsional 87,76
2 Area Potensial 8,93
4 Area Tidak Dapat Diairi 24,71
Luasan Baku 96,68
Luas Baku DI Pelapak
No. Sub Unsur Luas (Ha)
1 Area Sawah Fungsional 398,01
2 Area Potensial 21,29
3 Area Tidak Dapat Diairi 42,33
4 Area Perairan 25,88
Luasan Baku 419,30

Sumber : Hasil Survei dan Analisis GIS Tahun 2019

 

 

Peta 1. Kawasan Deleniasi Deaerah Irigasi Dao – Kabupaten Lombok Tengah

 

Peta 2. Kawasan Deleniasi Deaerah Irigasi Lendang Telage – Kabupaten Lombok Tengah

 

Peta 3. Kawasan Deleniasi Deaerah Irigasi Pelapak – Kabupaten Lombok Tengah

 

HASIL PEMBUATAN APLIKASI WEB GIS

Berdasarkan hasil survei lokasi yang telah dilakukan dengan melihat Citra satellite lokasi, di temukan bahwa hasil data – data lapangan ter Ortho dan valid dengan Pengolahan Citra Digital Jenis WorldView Resolusi 0,5 m. Sehingga ditemukan hasil data yang telah di invetarisasi pada 3 (tiga) DI yang berada di Kabupten Lombok Tengah. Setelah melakukan tahap inventarisasi pada 3 (tiga) DI yang berada di Kabupaten Tengah, kemudian dilakukannya tahap pembuatan database yang kemudian digunakan untuk pengimputan sebagai Aplikasi Web Gis. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar mengenai alur pembuatan aplikasi Web Gis dan hasil peta Aplikasi Web Gis.

Gambar 1. Alur pengerjaan kegiatan Inventarisasi data 3 (tiga) DI. hingga menjadi Aplikasi Web Gis

 

Gambar 2. Aplikasi Web Gis Daerah Irigasi  Dao

 

Gambar 3. Aplikasi Web Gis Daerah Irigasi  Lendang Telage

 

Gambar 4. Aplikasi Web Gis Daerah Irigasi  Pelapak

 

Secara garis besar  Penyusunan Informasi Geo Spasial Tematik .I Telage, D.I Dao Dan D.I. Pelapak – Wilayah Kabupten Lombok Tengah memberikan dampak dalam penerapan sistem informasi publik  dalam  menggambarkan kondisi Daerah Irigasi (DI) yang berada di Kabupaten Lombok Tengah sesuai dengan kewenangan, sehingga sangat memungkinkan untuk dapat mengembangkan spasial informasi terkait dengan irigasi. Untuk Kota/Kabupaten yang ingin melakukan kegiatan serupa dapat menghubungi kami yang tertera pada kontak di website ini.