Mengenal Drone dan Peranannya Terhadap Survey Pemetaan

Kemunculan drone dalam dunia survey dalam beberapa waktu belakangan ini seringkali menjadi tanda tanya untuk penggunanya. Apakan menggunakan drone worth it dengan investasi yang kita keluarkan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita berkenalan lebih dekat dengan drone.

dji-mavic-3-enterprise-nuansa-gis-drone-lombok

Drone merupakan pesawat tanpa awak, atau biasa disebut dengan Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Biasanya drone dikendalikan oleh pilot dari jarak jauh menggunakan remote control yang terkoneksi dengan drone  tersebut. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, banyak bidang yang mulai menggunakan drone untuk berbagai keperluan, seperti, pengambilan foto dan video, berbagai jenis survey, bahkan untuk militer.

Dalam dunia proyek survey, aplikasi drone sudah terdengar tak asing lagi di mata para surveyor. Semakin banyak data yang diperoleh surveyor, optimalisasi sebuah proyek bisa lebih mudah dilakukan. Hal ini mulai membawa transformasi pada dunia survey proyek. Salah satu survey yang sering dilakukan dalam dunia proyek adalah mapping, topografi, pengelolaan dan pengembangan lahan, serta beberapa pekerjaan lainnya.  Sebelumnya, survey proyek dilakukan dengan metode konvensional yang memakan banyak waktu, tenaga, dan biaya. Dengan menggunakan drone, surveyor dapat mengerjakan perkerjaan tersebut secara efektif dan efisien, serta memperoleh beraneka ragam data yang diinginkan.

Kelebihan menggunakan drone untuk survey :

Efisiensi waktu dan biaya

Drone dinilai mampu mengurangi waktu kerja di lapangan dan bisa menekan biaya survey, karena kemampuan drone itu sendiri yang mampu menangkap informasi data topografi lima kali lebih cepat dari metode berbasis darat. Dengan sistem penandaan geografis PPK, drone juga mampu menghemat waktu di lapangan, karena para surveyor tidak perlu banyak menempatkan ground control point (GCP). Sebagai contoh, pemantauan lingkungan dan sumber daya alam menggunakan drone DJI Mavic 3 Multispectral, yang mampu melakukan survey udara tanpa ground control point sama sekali dengan menggunakan sistem dan modul terkini.

Penyajian data yang lengkap, akurat, dan beragam

Dalam dunia survey topografi dan geodetik, total station dirancang untuk mengukur jarak horizontal dan kemiringan, serta berbagai sudut yang diperlukan untuk solusi survey. Namun total station hanya dapat mengukur poin individual. Dengan menggunakan drone, ribuan informasi data pengukuran dapat diperoleh dan dapat direpresentasikan dalam format yang diinginkan (point cloud, DSM, DTM, orthomosaic, garis kontur dll). Setiap pixel dari peta atau titik model yang dihasilkan berisi data geo 3D. DJI Phantom 4 RTK dengan menggunakan kamera Zenmuse P1 mampu mengoptimalisasikan banyak output data dengan berbagai detail, yang mampu memberikan kita banyak pilihan solusi survey.

dji-phantom-4-rtk-drone-nuansa-gis

Akses ke area yang sulit dijangkau

Drone dengan mudah lepas landas, serta menempuh area yang sulit dijangkau dan beresiko tinggi, yang jika dilakukan secara metode konvensional akan makan banyak waktu dan persiapan. Misalnya, medan yang ditempuh terlalu keras, kemiringan terlalu curam, rel kereta api yang sewaktu waktu dilewati kereta api. Salah satu drone professional yang sering digunakan untuk keperluan ini adalah DJI Matrice 300 RTK. Memiliki ketahanan tinggi, dan disertai sensor dan kamera canggih. Mampu terbang dan memberikan output data dengan detail walau terbang dalam kondisi sulit sekalipun.

Dari beberapa hal di atas, dapat kita tarik kesimpulan, menggunakan drone worth it. Investasi yang kita keluarkan tidak seberapa, terlebih lagi dengan efisiensi biaya dan waktu, meminimalisir resiko di lapangan, serta berbagai detail output data yang dihasilkan. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut mengenai survey udara dan drone. Kunjungi lapak kami untuk produk drone DJI beserta aksesorisnya di sini.

Author:
Pemetaan - Web GIS - Database - Pilot Drone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *