PENYUSUNAN INFORMASI GEOSPASIAL TEMATIK DI (DAERAH IRIGASI) BAGIAN SELATAN KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2018

Mataram, CV. NUANSA GIS KONSULTAN- Berdasarkan Surat Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 610/ 3203/ Bangda, pada Tanggal 1 Agustus 2017 dalam hal penyusunan One Map IGT Daerah Irigasi dan Lahan Sawah Beririgasi yang meng-Instruksikan kepada Gubernur KDH Provinsi Seluruh Indonesia kecuali DKI jakarta tentang perlunya penyusunan One Map Informasi Geospasial Tematik (IGT) daerah irigasi dan lahan sawah beririgasi. Dalam Surat tersebut disampaikan bahwa Penyusunan One Map IGT akan diselesaikan dalam 2 (dua) tahun. Pada tahun 2017 akan difokuskan untuk daerah irigasi dan lahan sawah beririgasi yang berada di wilayah Pulau Jawa dan Bali, sedangkan untuk daerah irigasi lainnya di seluruh indonesia, kecuali di Wilayah DKI akan diselesaikan di Tahun 2018.

Dalam rangka mendukung kebijakan One Map IGT Daerah Irigasi dan Lahan Sawah Beririgasi Nasional tahun 2018, maka pada pekerjaan Penyusunan Informasi Geospasial Tematik DI (Daerah Irigasi) Bagian Selatan Kabupaten Lombok Tengah diperlukan dalam penyusunan Satu Peta Lahan Sawah Beririgasi yang terdapat di Wilayah Bagian Selatan Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam hal ini, CV. Nuansa GIS Konsultan berkontrak dengan Badan Perencanaan Pembangunan, penelitian dan pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Lombok Tengah, dengan Tujuan dalam kegiatan Penyusunan Informasi Geospasial Tematik DI (Daerah Irigasi) Bagian Selatan Kabupaten Lombok Tengah yaitu mewujudkan penetapan satu peta lahan sawah beririgasi di Daerah Irigasi di Batu Bokah.


METODE PELAKSANAAN KERJA

Metode pelaksanaan kerja yang di lakukan dalam kegiatan Penyusunan Informasi Geospasial Tematik DI (Daerah Irigasi) Bagian Selatan Kabupaten Lombok Tengah dan  pengolahan  data  dilakukan  yaitu dengan beberapa cara pelaksanaan yaitu :

  1. Menerapkan Pengelolahan Citra Digital
  2. Menerapkan Koordinat Peta
  3. Menerapkan Konsep Basis Data
  4. Analisis atau Kompilasi Data
  5. Verifikasi Lapangan dan Verifikasi Peta
  6. Pembuatan Aplikasi WEB GIS IGT Daerah Irigasi Bagian Selatan Kabupaten Lombok Tengah

INVENTARISASI DAERAH IRIGASI

Dengan adanya inventarisasi ini diharapkan dapat menjadi update dari dokumen kajian terkait Daerah Irigasi sebelumnya yang hanya mencantumkan foto Daerah Irigasi, lokasi, dan jenis Daerah Irigasi. Dengan update terhadap data Daerah Irigasi diharapkan pula dapat dimanfaatkan dengan sebaiknya oleh pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam mengambil kebijakan terutama dalam menyusun perencanaan yang lebih efektif dan efisien yang nantinya dapat tertuang dalam RPJM atau RTRW Kabupaten Lombok Tengah.

Gambar 1. Ilustrasi Pengklasifikasian Luasan Daerah Irigasi

HASIL SURVEY DAN ANALISIS

Kondisi Lahan Pertanian di Wilayah Bagian Selatan  Kabupaten Lombok Tengah

Dalam wilayah bagian Selatan yang berada di Kabupaten Lombok Tengah berdasarkan RTRW Kab. Lombok Tengah terdapat 4 (empat) Kecamatan, diantarnaya yaitu Kecamatan Pujut, sebagian Kecamatan Praya Barat, Praya Barat Daya dan Praya Timur. Keempat Kecamatan tersebut karena berbatasan dengan samudra Indonesia, maka wilayah ini memendam potensi wisata pantai yang indah dengan gelombang yang cukup fantastik. Wilayah bagian Selatan juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pariwisata seperti hotel, restoran, termasuk sarana jalan yang memadai. Serta dengan kondisi tanah yang subur dan berada pada dataran tinggi keempat Kecamatan tersebut memiliki daerah irigasi yang baik dan memadai.

Tabel 1. Luas Lahan Sawah dan Jenis Pengairan Bagian Selatan Kabupaten Lombok Tengah
No. Kecamatan Irigasi Non Irigasi Jumlah
1 Pujut 1485 5369 6854
2 Praya Barat 3868 2419 6287
3 Praya Barat Daya 3100 2357 5457
4 Praya Timur 6850 168 7018
Jumlah 15303 10313 25616
Sumber: BPS Kabupaten Lombok Tengah,  2017

Berdasarkan tabel diatas di ketahui bahwa jumlah total dari panjang daerah irigasi yang berada di bagian Selatan Kabupaten Lombok Tengah mencapai 15.303 meter, beserta panjang daerah non irigasi mencapai 10.313 meter. Dengan melihat jumlah Kecamatan yang berada di bagia Selatan Kabupaten Lombok Tengah, maka kecamatan yang memiliki jumlah daerah irigasi dan non irigasi terbanyak yaitu berada di Kecamatan Praya Timur, dan di ikuti oleh  Kecamatan Pujut yang menggunakan sistem daerah non Irigasi lebih besar dibandingkan daerah irigasi.

Gambar 2. Peta Batas Administrasi Kecamatan bagian Selatan Kabupaten Lombok Tengah

Gambar 3 Peta Kondisi Lahan Pertanian bagian Selatan Kabupaten Lombok Tengah

Kondisi Deleniasi Daerah Irigasi Batu Bokah Pertanian  di Bagian Selatan Kabupaten Lombok Tengah

Kondisi Deleniasi Saluran Batu Bokah Pertanian

Dalam deleniasi daerah irigasi Batu Bokah pertanian yang berada di bagian Selatan yaitu di Desa Banyu Urip. Desa Banyu Urip  merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Praya Barat.

Dalam kondisi pertanian, terkait sumber air irigasi mengandalkan sepenuhnya dari embung Batu Bokah yang menampung aliran air  dari mata air – mata air di dalam kawasan hutan produksi Meraje Bonga, Embung Batu Bokah sendiri dibangun pada tahun 1993 dan baru direhab pada tahun 1999. Berdasarkan data operasional debit tahun 2008 – 2013 yang di alirkan di saluran induk / utama Batu Bokah berkisar 1,2 – 2,0 m3/dt, untuk mengairi areal seluas 305,5 hektar.Daerah IrigasiBatu Bokah memiliki sarana irigasi, berupa saluran primer 500 meter, saluran sekunder 1.500 meter, dengan debit air tersedia pada musim tanam 1.650 m3 /detik, dan musim tanam ke 3.400 m3 /detik.

Tabel 2. Panjang Saluran Irigasi di Kawasan Deleniasi
No. Nama Daerah Irigasi Panjang Saluran
Saluran Primer

(m)

Saluran Sekunder

(m)

1 Batu Bokah 50 1500
Sumber : Data Primer 2018

Untuk kondisi irigasi yang berada di deleniasi Desa Banyu Urip, terdapat beberapa titik saluran irigasi yang mengalami kerusakan. Berdasarkan hasil verifikasi yang telah dilakukan.

Gambar 4. Peta Batas deleniasi kawasan DI Batu Bokah

Kondisi Deleniasi Bangunan Irigasi Batu Bokah Pertanian

Berdasarakan hasil verifikasi peta dengan kondisi di lapangan ditemukan bahwa jumlah bangunan irigasi yang beradai di kawasan DI Batu Bokah mencapai 8 buah bangunan, yang diantaranya memiliki beberapa tipe yaitu :

  1. Embung
  2. Pintu Pengambilan
  3. Pintu Kuras
  4. Bangunan Bagi
  5. Bangunan Sadap
  6. Bangunan Kelembagaan

Gambar 5. Peta Titik Persebaran Kondisi Bangunan Irigasi di DI Batu Bokah

Pemanfaatan Irigasi Terhadap Daerah Baku Lahan Pertanian di Kawasan Deleniasi

Pemanfaatan saluran irigasi terhadap lahan pertanian di tinjau dari fungsinya yaitu pada daerah irigasi fungsional dan daerah irigasi potensil. Luasan yang dimiliki oleh kedua jenis daerah irigasi tersebut termasuk dalam lahan baku yang mencapai 384,33 ha, jumlah lahan baku tersebut berdasarkan pada total luasan lahan pertanian, dan sisa dari luasan lahan pada kawasan Deleniasi DI Batu Bokah yang tidak dapat diairi mencapai 45,84 ha.

Tabel 3. Luasan Daerah Fungsi Lahan Irigasi di Kawasan Deleniasi DI Batu Bokah
N0. Daerah Fungsi Irigasi Penggunaan Lahan Luas (Ha)
1 Embung Embung 24,56
TOTAL LUAS EMBUNG 24,56
   
2 Fungsional Kolam 0,17
3 Fungsional Sawah 237,59
TOTAL LUAS LAHAN FUNGSIONAL 237,76
   
4 Potensial Tegalan/Ladang 95,77
5 Potensial Semak Belukar 50,8
TOTAL LUAS LAHAN POTENSIAL 146,57
   
Jumlah Lahan Baku = FUNGSIONAL + POTENSIAL 384,33
   
6 Tidak dapat diairi Permukiman 45,11
7 Tidak dapat diairi Tanah Terbuka 0,73
Jumlah Lahan Tidak Dapat diairi 45,84
   
Total Jumlah Area D.I. Embung Batu Bokah 454,73
 Sumber : Hasil Analisis 2018
Gambar 6. Peta Fungsi Lahan Daerah  Irigasi di DI Batu Bokah

Hasil Pembuatan Aplikasi Web Gis

Setelah melakukan tahap inventarisasi pada DI Batu Bokah di Desa Banyu Urip, kemudian dilakukannya tahap pembuatan database yang kemudian digunakan untuk pengimputan sebagai Aplikasi Web Gis.

Gambar 7. Database kondisi Bangunan Irigasi DI Batu Bokah di Desa Batu Bokah

LAMPIRAN HASIL PEMBUATAN APLIKASI WEB GIS


Secara Garis besar dengan selesainya Penyusunan Informasi Geospasial Tematik Di (Daerah Irigasi) dapat menjadi media interaksi dan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat, maupun pemerintah pusat dan daerah.

Sehingga untuk Kota/Kabupaten yang ingin melakukan kegiatan serupa serta untuk mengetahui lebih jelas terkait dengan Penyusunan Informasi Geospasial Tematik Di (Daerah Irigasi), dapat menghubungi kami CV. NUANSA GIS KONSULTAN yang tertera pada kontak di website ini.