Melanjutkan lagi pembahasan tentang drone, artikel part 1 sudah membahas pengertian dan fungsi dari drone, artikel part 2 mengupas tentang istilah umum dan komponen penting drone. Sekarang kita bahas jenis jenis drone. Jenis – jenis drone dapat dibedakan dari bentuk, fungsi, ataupun jumlah rotornya. Tidak menutup kemungkinan akan ada jenis drone berdasarkan kategori lain.

Jenis Drone Berdasarkan Fisik
Drone Fixed Wing
Drone jenis ini menggunakan sayap untuk penerbangannya. Akan tetapi, kebanyakan drone fixed wing membutuhkan peralatan tambahan untuk meluncurkannya ke udara. Drone fixed wing standard menggunakan semacampeluncur dengan mekanisme seperti ketapel atau manual dilempar menggunakan tangan agar bisa take off. Sementara drone fixed wing model Vertical Take-Off and Landing (VTOL) sudah menggunakan rotor untuk bantuan saat take off.
Sumber energi drone model ini bisa menggunakan bahan bakar khusus ataupun menggunakan baterai. Kenggulan dari drone ini adalah memiliki jam terbang lebih lama karena minim rotor, sehingga penggunaan energi menjadi lebih efisien.


Drone Multirotor
Drone jenis ini memaksimalkan penggunaan rotor penggerak propeller/baling-baling untuk penerbangannya. Drone jenis ini dapat dibagi lagi sesuai dengan jumlah baling – balingnya, single-copter ( 1 propeller), double-copter (2 propeller), tri-copter (3 propeller), quad-copter (4 propeller), hexa-copter(6 propeller), octo-copter (8 propeller).
Drone ini mengungguli drone fixed wing dalam akses ke lokasi – lokasi sulit, namun memiliki kekurangan terbatasnya jam terbang karena penggunaan energi yang cenderung boros.

Jenis Drone Berdasarkan Fungsi
Drone Militer
Seperti yang telah disinggung oleh artikel sebelumnya, drone ini ditujukan khusus untuk penggunaan militer saja. Menjadi ‘mata – mata’ di langit, menginformasikan pergerakan target, ataupun membawa persenjataan untuk menyerang apabila diperlukan. Contoh dari drone militer adalah Predator (AS), Reaper (AS), Puna Alap (Indonesia), Barracuda (Jerman) dll.

Drone Konsumer
Penggunaan drone jenis ini biasanya dikhususkan pada pengambilan foto atau video. Drone ini biasanya dilengkapi dengan kamera resolusi tinggi agar memberikan hasil yang maksimal. Drone konsumer yang biasa digunakan yaitu DJI Mavic Pro, GoPro Karma, DJI Phantom
Drone Profesional
Drone jenis ini bentuknya agak mirip dengan drone consumer. Hanya saja, drone ini dilengkapi fitur – fitur, komponen dan aksesoris tambahan yang memungkinkan pengguna mendapatkan informasi tambahan lainnya selain foto dan video. Biasanya drone model ini digunakan untuk keperluan survey udara, pemetaan, inspeksi wilayah dan yang lainnya. DJI Mavic 3 Series, DJI Matrice 300 RTK, DJI Phantom 4 RTK serta masih banyak model lainnya yang biasa digunakan sebagai drone professional.


Drone Industrial
Setingkat lebih tinggi daripada drone profesional. Drone model ini bisanya sering digunakan dalam produksi film besar, pertanian, bahkan pengiriman logistik. Contoh drone model jenis ini adalah DJI Agras MG-1 yang biasa digunakan untuk menyemprotkan pestisida atau pupuk pertanian.

Demikian pembahasan tentang drone ini kita tutup. Namun sebelum mengakhiri artikel ini, perlu kita ketahui bahwa penggunaan sekarang penggunaan drone diberikan batasan oleh pemerintah, sesuai dengan zona, area, dan fungsi drone tersebut. Patuhilah peraturan drone yang berlaku demi terciptanya keamanan masyarakat umum, dan tidak merugikan pihak manapun.
Semoga bermanfaat, terima kasih sudah membaca!
Kunjungi toko kami di sini untuk produk dan aksesoris drone resmi dari DJI!
CV Nuansa GIS Konsultan juga menyediakan berbagai jasa konsultasi pemetaan, pembuatan aplikasi, website dan lainnya. Kontak kami untuk info lebih lanjut di sini!